Kesengsem Janda Bolong

Tahun 2020 ini memang ajaib. Kehidupan sehari-hari sudah banyak berubah karena Covid-19 yang terus menyebar dan memakan korban jiwa. Anehnya tahun ini juga diwarnai dengan banyak fenomena yang tak normal.

Salah satunya yaitu mendadak ada beberapa orang yang kesengsem Janda Bolong. Menariknya apa sih? Sudah janda. Bolong pula. Apakah Janda Bolong menggunakan ajian pelet asmoro atau ajian jaran goyang?

Dan ternyata Si Janda Bolong ini berupa tanaman. Tak ada bunganya. Tak ada buahnya. Hanya pohon yang berdaun. Uniknya karena daunnya bolong. So what?

Kalau hanya ingin punya tanaman yang daunnya bolong-bolong bisa beli perforator alias alat pembolong kertas. Nama kerenya hole punch. Tentu setelah tak berapa lama dijamin daunnya menguning. Tapi memang tanaman Janda Bolong bisa hidup abadi? Tidak, kan? Pasti ada saatnya daunnya menjadi layu dan tanggal. Yang tetap awet adalah tanaman plastik.

Hebatnya Janda Bolong; yang termasuk dalam keluarga Monstera, dibanderol dengan harga yang luar biasa. Mulai dari ratusan ribu. Hingga puluhan juta. Itu hanya untuk satu tanaman dalam pot yang daunnya juga bisa dihitung jumlahnya.

Kejadian booming tanaman hias ini bukan hal baru. Trend sesaat. Tahun depan paling juga sudah surut animonya. Monstera menjadi tanaman yang indah dengan harga yang biasa-biasa saja. Dulu pernah ada tanaman bernama alay yaitu Gelombang Cinta. Harga melonjak naik. Lalu turun drastis. Banyak yang sudah membelinya dengan mahal akhirnya hanya mati tak terawat. Bahkan dulu di Negeri Kincir Angin sudah muncul fenomena Tulip Mania. Tanaman dan bunga Tulip diperjualbelikan dengan harga fantastis.

Oleh karena fenomena Si Tulip itulah maka ada istilah Tulip Mania. Istilah yang terkait dengan gelembung ekonomi yang besar saat harga aset menyimpang dari nilai intrisiknya. Intinya, harganya sudah melebihi harga kewajarannya. Umum terjadi saat ada permintaan yang terlalu tinggi daripada pasokan di suatu waktu dan di suatu wilayah. Jelas ada permainan dalam sebuah kenaikan harga yang bombastis.

Begitu menguntungkannya jual beli Si Janda Bolong, pencurian tanaman ini merebak. Orang jadi ragu untuk meletakkan tanaman ini di luar rumah. Khawatir tanaman kesayangannya hilang diambil orang. Mirip dengan Bunga Anggrek yang dari dulu hingga sekarang menjadi tanaman yang relatif sering dicuri orang.

Namun sampai kapan Si Janda Bolong bersinar? Ditunggu saja. Sama seperti trend sesaat, Monstera ini tak akan diminati lagi. Tentu selalu ada yang ingin menanamnya karena hobi dan suka. Namun permintaan yang menurun setelah naik tinggi jelas akan mengoreksi harganya. Menjadi normal seperti dulu ketika belum populer.

Bagaimana dengan Anda? Mau berbisnis jual beli Janda Bolong? Mau mengoleksinya? Bagi saya, saya cukup mengamati kegilaan orang sesaat yang sedang kesengsem dengan Si Janda Bolong. Fenomena yang lucu. Hiburan di tengah pandemi yang belum berakhir.

Bisa jadi mungkin akan ada orang gila yang bilang pada suatu hari bahwa memakan satu lembar daun Janda Bolong selama sebulan bisa membuat seseorang kebal terkena Covid-19. Di saat itu pasti harga per daunnya akan melonjak naik. Satu pot tanaman Janda Kembang bisa untuk membeli sepetak tanah beserta padi yang tumbuh subur di atasnya. Gila, kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s