Idle Hands

Sebuah ungkapan lawas ini rasanya tetap relevan. Ada nasihat supaya insan manusia menggunakan hidupnya untuk sesuatu yang berguna dan tak sekedar bengong karena selo.

idle hands are the devil’s workshop

Arti harafiahnya. Tangan yang tak mengerjakan apa-apa malah menjadi kesempatan bagi Setan untuk berkarya. Lho?

Tangan hanya mewakili kondisi yang kosong. Bisa jadi tangan digantikan dengan bagian tubuh lainnya. Misal mulut untuk bicara. Juga alat kelamin. Bisa juga dengan otak – yaitu organ tubuh untuk berpikir.

Bisa dibayangkan bila seseorang sedang bengong – bukan karena sedang memikirkan rumus matematika tentunya – bisa jadi malah sedang memikirkan sesuatu yang enggak-enggak. Khawatir dengan sesuatu dan membayangkan konsekuensi terburuk dari pilihan-pilihan jalan cerita. Pikiran negatif membuat perasaan terpuruk. Galau. Menjurus depresi. Limbung.

Otak yang kapasitasnya relatif sama antara satu orang dengan orang lainnya bisa memiliki hasil yang berbeda. Satu orang berpikir hal positif dan fokus memikirkan bagaimana mengusahakan sesuatu yang solutif. Sedangkan orang lainnya memiliki pikiran negatif di mana pikirannya terjebak di titik yang sama tanpa pernah menemukan jalan terang akan masalah yang dihadapi.

Hebatnya lagi otak manusia – yang mana lebih canggih daripada otak hewan – memiliki kemampuan imajinasi tanpa batas. Masalah kecil dengan sentuhan imajinasi bisa menjadi masalah besar yang dibesar-besarkan. Satu hal sepele bisa mendadak menjadi masalah yang lebih kolosal ketimbang masalah negara.

Otak manusia juga bisa menjadi labirin yang memerangkap manusia yang selo. Karena saking selonya, manusia bisa menciptakan lapisan demi lapisan masalah yang rumit seperti kue lapis legit. Salah paham berujung pada ‘kebatinan’ yang benar-benar jauh dari inti masalah sebenarnya.

Maka tak mengherankan bila pepatah “tangan orang yang ga ngapa-ngapain itu auto jadi tangannya setan”.

Berbeda dengan orang yang sibuk bekerja untuk hal-hal yang berguna dan sibuk memikirkan berbagai hal yang positif, mereka ini tak akan sempat tergoda untuk melakukan sesuatu yang sifatnya unfaedah. Justru yang mereka lakukan akan menghasilkan buah yang migunani bagi dirinya dan sesama manusia.

Pernah lihat orang yang tangannya menganggur tiba-tiba asyik ngupil di bis kota? Ya, begitulah adanya bila tangannya nganggur. Bikin ilfil penumpang di sampingnya.

Coba bila tangan yang sama memegang tasbih atau buku. Tentu tindakannya akan lebih berfaedah. Dan Setan pun akan gigit jari karena tak ada kesempatan untuk ‘iseng’ yang unfaedah.

Pikiran pun seperti tangan. Memiliki kapasitas dan kemampuan. Bila selo dan nggak ngapa-ngapain, malah sibuk membuat masalah. Membuat skenario yang berbelit dan liar. Yang mungkin cepat atau lambat menjadi sesuatu yang merugikan diri sendiri.

Selo? Bengong? Waspadalah, Setan selalu rajin memonitor. Bila ada yang ‘nggak ngapa-ngapain’, Setan segera auto menggoda. Serem…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s