Terbakarnya Mobil Tahu Bulat

Tahu Bulat terkenal karena digoreng dadakan di atas mobil pickup. Mobil tetap berjalan untuk menawarkan makanan ringan yang dijajakannya dengan rekaman suara yang diputar berulang-ulang sampai orang-orang hapal pesannya. Mobil berhenti bila ada yang ingin membeli. Mobil Tahu Bulat juga berhenti di tempat-tempat tertentu yang biasanya ramai pembeli.

Tahu bulat. Digoreng dadakan. Lima ratusan. Enak!

Begitulah kata-kata promosi Tahu Bulat yang nyaring bunyinya

Kenapa harus berjualan dengan berkeliling? Tentu upaya jemput bola ini efektif menjaring pembeli. Nyatanya yang jualan Tahu Bulat sempat bertambah jumlah armadanya. Suplai tentu menyesuaikan permintaan.

Namun ada resiko yang nyata dalam proses berdagang Tahu Bulat. Tahu Bulat harus digoreng. Ada wajan. Ada minyak goreng panas. Ada kompor. Ada tabung gas. Empat hal tersebut diletakkan di bak belakang mobil jenis pickup dengan atas kanvas yang relatif terbuka. Hebatnya pula proses penggorengan tetap dilakukan saat mobil dalam posisi berjalan. Harus diingat pula bahwa ada bahan bakar mobil yang bila tersambar api pastilah ikutan terbakar.

Berbahaya? Pasti. Tapi tetap saja ada orang-orang yang lebih mementingkan cuan ketimbang keamanan diri. Intinya nekat. Cepat atau lambat tragedi akan terjadi.

Bulan September 2020, ada mobil Tahu Bulat di Bogor yang habis terbakar. Habis. Untung penjualnya hanya luka-luka. Tak sampai menelan nyawa. Namun modal berupa mobil dan alat penggorengan ludes tak tersisa dimakan Si Jago Merah.

Apakah berarti para penjual Tahu Bulat yang digoreng di atas bak mobil lantas jera? Tidak juga. Mereka tetap saja berjualan seperti biasanya. Mungkin mereka hanya mengamini bahwa kebakaran itu terjadi karena sedang sial saja. Aral melintang. Bila hati-hati tentu tak akan terjadi kebakaran seperti itu. Lagipula selama ini polisi juga tak melarang atau menghentikan kegiatan menggoreng dan menjual Tahu Bulat dengan mobilitas tinggi itu.

Apakah kebakaran di Bogor itu kasus pertama? Tidak juga. Tahun 2019 pernah terjadi kebakaran mobil karena berjualan Tahu Bulat. Tak parah memang karena saat api menyambar, penjualnya segera memadamkannya. Konyolnya mobil yang terbakar bukan model pickup tapi Toyota Avanza. Alasannya karena ingin tampil beda dibanding penjual Tahu Bulat yang biasanya memakai mobil pickup. Padahal sebagai mobil penumpang dengan kursi kulit dan interior berbahan kain jelas lebih rentan bahaya api ketimbang pickup terbuka.

Jadi bagaimana nasib Si Tahu Bulat yang digoreng dadakan di atas mobil? Tetap ada. Tetap berkeliling. Meski sudah tak lagi populer seperti dulu, keberadaan mobil pickup dengan wajan penuh tahu bulat dan kompor gas kadang-kadang masih bisa ditemui di beberapa jalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s