Silence is Golden

Seorang pujangga bernama Thomas Carlyle menuliskan sebuah idiom dari novelnya yang berjudul Sartor Resartus pada tahun 1831. Seperti inilah bunyinya.

Sprecfienistsilbern, Schweigenistgolden

Dalam bahasa Inggris, sepadan dengan “Speech is silver, Silence is golden.” Berkata-kata memang penting namun kadang-kadang ada waktunya yang mana lebih baik tak mengatakan apapun.

Dalam perjalanan waktu, idiom itu memendek. Lebih popular dengan versi singkatnya. Silence is Golden. Tentu proses idiom yang memendek ini membuat artinya cukup berbeda. Mengartikan bahwa Diam itu Emas. Padahal sebagai insan manusia acap kali masalah dan tantangan bisa terselesaikan lewat sebuah proses bertukar kata yang mewakili pikiran. Banyak hal bisa terpecahkan dengan ngobrol-ngobrol.

Dulu saya suka berdiam diri. Pendiam. Saat itu saya merasa bahwa kurang mampu dalam hal wicara membuat saya kurang pandai bergaul. Banyak hal-hal konyol juga saya alami hanya karena malu bertanya. Berbagai informasi berguna sering terlewat. Diam membuat perkembangan pribadi saya terganggu. Saya tak bisa menyebut Silence is Golden. Malah rugi.

Saat sudah beranjak dewasa, makin lama makin bisa berbicara lebih sering. Menjadi guru bahasa. Merantau. Menjadi agen properti. Membuat saya lebih banyak berbicara. Dari seorang pendiam menjadi orang yang suka berbicara. Ternyata bertukar kata itu sesuatu yang mengasyikkan. Seru. Banyak untungnya.

Anehnya justru saya merasa akhir-akhir ini seharusnya saya lebih banyak diam. Banyak kata-kata yang saya lontarkan membuat orang jadi tak nyaman. Malah kadang melukai hati orang. Tepatlah kata idiom Berbicara itu Perak, Diam itu Emas. Berbicara harus melihat situasi dan suasana.

Baiklah kalau begitu. Bijak berbicara. PR besar menjelang akhir tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s