Umur Panjang itu Anugerah Terindah

Manusia ingin bisa punya umur panjang. Makin panjang umurnya, makin banyak hal yang bisa dinikmati, dialami dan dijelajahi. Berbagai cara diupayakan manusia selama berabad-abad supaya bisa memperpanjang masa hidupnya.

Jaman ini sudah banyak kemajuan medis yang dicapai. Banyak penemuan teknologi baru yang bisa mengobati berbagai penyakit. Wawasan dan pengetahuan baru tentang gaya hidup sehat sudah ditemukan dan disosialisasikan. Secara rerata umur manusia di era modern bisa melampaui umur manusia yang hidup di jaman dulu.

Sayangnya tetap saja begitu banyak manusia yang tak sempat merasakan panjang usia. Ada saja virus baru yang lebih berbahaya dan mampu menyebar dengan sangat cepat. Tetap ada perang yang merenggut nyawa orang-orang tak berdosa. Kriminalitas dengan pembunuhan tetap terjadi.

Namun itu belum seberapa dibandingkan faktor pembunuh manusia nomor wahid. Yaitu perubahan gaya hidup. Menjalani kehidupan di era modern yang sangat kompleks membuat manusia cepat stres. Penyakit tak hanya persoalan fisik yang melemah dan organ yang rusak. Banyak penyakit jiwa yang berasal dari rasa depresi yang lama tak terobati. Penyakit jaman sekarang lebih komplit, lebih mematikan dan lebih mahal biayanya.

Gaya hidup yang baik bisa ditemukan di buku dan di internet. Masalahnya terletak pada manusianya sendiri. Apakah mau mengubah gaya hidupnya? Apakah tetap setia dengan kebiasaan-kebiasaan buruk yang jelas merusak tubuh?

Di sisi lain memang ada yang namanya aral melintang. Orang sehat bisa meninggal tiba-tiba. Kecelakaan. Bencana alam. Pembunuhan. Ada berbagai sebab kematian yang bukan disebabkan oleh tingkat kesehatan manusia.

Kesimpulannya adalah dari dulu hingga sekarang tetap saja tak ada yang tahu kapan seseorang itu meninggal. Kemajuan jaman tetap saja tak membuat manusia menjadi makhluk abadi yang bisa hidup selama-lamanya.

Oleh karena itu pantaslah disebut bila “umur panjang itu anugerah terindah” yang kita dapatkan dari Sang Pencipta.

Saya menulis tentang umur panjang karena pagi ini ada kabar duka. Seorang teman kuliah meninggal karena gagal jantung. Masih muda usianya. Lama sekali tak pernah berjumpa sejak lulus kuliah. Sewaktu melihat namanya disebut di grup WhatsApp teman alumni ternyata sudah tinggal nama. Beristirahatlah dengan damai. Semoga segera bertemu dengan Sang Pencipta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s