Yogyakarta Darurat Sampah

Yogyakarta itu konon terbuat dari Gudeg, deretan kampus, iringan pengamen jalanan, dan rasa rindu. Tapi itu mungkin dulu. Romantisme dalam nostalgia. Memang kadang masih terasa seperti itu.

Namun baru-baru ini ada kabar tak sedap. Yogyakarta bisa jadi menjadi Kota Sampah. Benarkah? Baru saja tertulis di surat kabar bahwa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ditutup sementara oleh warga setempat. Dampaknya ada penumpukan sampah-sampah di Kota Gudeg ini. Mereka yang langganan jasa pengambilan sampah harus gigit jari. Tukang sampah tak bisa mengambil sampah karena tak bisa membawa sampahnya ke TPST Piyungan. Termasuk sampah di rumah saya.

Warga setempat meminta perbaikan dari fasilitas di dekat TPST Piyungan. Curah hujan tinggi di musim hujan membuat air limbah dari TPST Piyungan masuk ke dalam rumah warga. Air ini berbahaya bagi kesehatan warga. Belum lagi antrean truk sampah yang mengular di jalanan. Ada aroma yang tak sedap.

Lalu bagaimana?

Tentu warga setempat mau membuka kembali akses ke TPST Piyungan bila sudah ada perbaikan. Mereka adalah warga terdampak. Pemerintah daerah dan pengelola TPST Piyungan harus bekerja sama untuk menjadikan area sekitarnya menjadi lebih teratur dan lebih sehat. Pemerintah daerah juga harus merencanakan dan membangun TPST di lokasi lainnya. Kota Yogyakarta memiliki pertambahan jumlah penduduk. Volume sampah tentu meningkat dari hari ke hari. Ini menjadi masalah yang krusial bahwa ke depannya pemerintah daerah harus memiliki beberapa TPST tambahan.

Memangnya sulit membuat TPST?

Kita harus melihat pembangunan sebuah TPST dari banyak faktor. Dana pembangunan. Penggunaan lahan. Kelayakan amdal. Persetujuan masyarakat sekitar lahan TPST.

Bila membuat TPST itu mudah tentu Kota Yogya tak harus bergantung sepenuhnya pada TPST Piyungan. Nyatanya membuat sebuah TPST saja itu sulit.

Ngomong-ngomong TPST Piyungan itu di mana?

Lokasinya ada di dekat Puncak Sosok – tempat mojok dan pacaran yang seru di Kabupaten Bantul. Kita bisa melihat bentangan sampah yang aduhai dari atas Puncak Sosok. Aroma sampahnya tak akan tercium karena ada berbagai aroma makanan angkringan dan kopi yang mengundang selera. Pemandangan sampah itu hanya bisa dilihat dari pagi hari hingga sore hari. Pada malam hari hanya deretan bintang dan sinar rembulan yang menjadikan puncak bukit itu menjadi lokasi pacaran yang romantis.

Sebagai orang yang tinggal di Yogya, kita bisa apa?

Kita bisa mengurangi jumlah sampah yang dibawa oleh tukang sampah ke TPST Piyungan. Tak sederhana dan tak praktis namun begitu bila dilakukan oleh sebagian warga Yogyakarta tentu secara signifikan mengurangi volume sampah. Yaitu kita bisa membuat kompos untuk sampah organik. Sedangkan sampah plastik bisa kita pilah. Sampah seperti botol minuman bisa kita berikan pada pemulung. Hanya sampah yang tak bisa kita olah saja yang mau tak mau harus diambil oleh tukang sampah.

Bagaimana dengan tumpukan sampah di Kampung Wisata Taman Sari?

Tentu saja tumpukan sampah di Taman Sari itu merusak reputasi Yogyakarta sebagai salah satu kota yang menjadi destinasi wisata favorit di Nusantara. Namun mungkin keberadaan sampah di lokasi wisata yang laris dikunjungi turis itu menjadi pemicu pemerintah daerah untuk segera bertindak menangani darurat sampah. Makin cepat beritanya tersebar sepertinya makin membuat pemerintah daerah segera bertindak.

Ironis ketika Kota Yogyakarta bisa meningkatkan kualitas area sekitar Tugu Jogja yang bersih dari berbagai bentangan kabel dan jalan-jalan di kota ini yang relatif mulus namun tak bisa mengelola sampahnya dengan baik. Malu, kan?

Semoga saja polemik sampah yang menumpuk di Kota Yogyakarta ini segera teratasi. Sampah pasti berlalu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s