Natal dalam Keheningan

Natal itu menjadi momen keselamatan manusia. Gusti Allah hadir dalam bentuk anak kecil yang berada di palungan sebuah kandang. Tidak megah. Justru memprihatinkan. Gusti Allah menjadi terang yang datang dalam sebuah keadaan yang gelap gulita. Yesus adalah sebuah harapan dari suatu jaman yang penuh ketidakpastian.

Pada perjalanan waktu, Natal berubah menjadi perayaan yang megah dan hingar-bingar. Ramai. Kemudian dimanfaatkan dengan maksimal untuk kepentingan komersil. Perayaan yang sakral malah identik dengan kado natal, liburan, dan pesta yang meriah. Malam Natal dengan misa natal menjadi bagian yang terpinggirkan. Padahal inti dari perayaan Natal adalah mensyukuri Gusti Allah yang penuh kerendahan hati hadir di dunia.

Pandemi 2020 menjadi titik balik. Misa Natal – seperti misa harian dan mingguan – menjadi satu tantangan tersendiri. Protokol kesehatan menjadi hal penting yang hadir dalam sebuah misa. Perayaan Natal dirayakan dengan prosesi singkat dan dihadiri sedikit orang. Bahkan sebagian besar paroki merayakan Misa Natal hanya melalui misa online. Pengalaman misa di jaman pandemi ini memberikan – suka atau tidak – suasana yang berjarak. Sepi. Tidak hangat. Kurang sentuhan manusia. Namun inilah yang terbaik untuk membatasi penyebaran virus Covid-19.

Kita merayakan Natal dalam keheningan pada tahun 2020 ini. Hening. Justru tanpa perayaan yang penuh keramaian, insan manusia mendapati Natal yang reflektif. Mencoba mencari apa arti Natal kali ini. Apakah ini tetap bisa disebut Natal? Ada rasa Natal yang terasa beda. Tak seperti biasanya.

Mungkin inilah sebuah kesempatan untuk memahami peristiwa 2000 tahun yang lalu. Gusti Allah hadir dalam hati kita di saat suasana yang diliputi kegelapan karena pandemi. Semoga Gusti Allah menjadi terang dalam hati kita di saat yang cukup kelam ini.

Natal kali ini terasa hening…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s