PPKM

Singkatan PPKM sedang ramai dibicarakan oleh orang banyak. Anehnya, banyak orang tak benar-benar mengerti kepanjangan PPKM. Orang sekilas hanya berpikir bahwa PPKM itu nama alias dari lockdown. Apakah Anda tahu kepanjangan dari PPKM? Tidak tahu?

Baiklah. PPKM merupakan kepanjangan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Pemerintah pusat memberi instruksi pelaksanaan PPKM yang bertujuan untuk bisa menekan jumlah penularan virus Covid-19 di Pulau Jawa. Virusnya hadir dengan varian Delta. Varian virus korona yang lebih dahsyat dan lebih cepat menular.

Sayangnya, tak semua masyarakat di Pulau Jawa setuju dengan kebijakan PPKM ini. Pembatasan yang masif di banyak kota menyebabkan roda ekonomi berjalan tertatih-tatih. Banyak orang kehilangan mata pencaharian. Entah usahanya gulung tikar atau kena PHK. Banyak pihak yang sulit untuk golek upo (mencari sesuap nasi) karena imbas PPKM.

Oleh karena itu banyak yang mengganti singkatan PPKM dengan Pelan Pelan Kita Mati. Jika tak mati karena virus korona, ya mati karena tak bisa makan. Apa pun itu, banyak orang berpikir kita semua akan mati dengan perlahan. Hanya menunggu waktunya saja. Benarkah?

Entahlah. Harapan semua orang, termasuk pemerintah, PPKM hanya berlaku sementara saja. Dilematis. Hanya saja tanpa PPKM, fasilitas kesehatan di banyak kota akan kolaps. Rumah sakit tak lagi mampu mengatasi jumlah pasien penderita Covid-19. Hasilnya tentu menyeramkan. Tingkat kematian akan virus korona akan naik drastis. Berikutnya, proses pemulasaran akan terganggu karena permintaan yang besar tak didukung oleh tenaga yang sudah kelelahan. Banyak korban meninggal akan terkatung-katung tak bisa dimakamkan dengan layak. Mengerikan, kan?

Oleh karena itu, pemerintah pusat mengambil keputusan yang tidak populer. Menarik rem ekonomi yang pasti terimbas oleh PPKM. Harapannya untuk meringankan fasilitas kesehatan supaya tidak kolaps dengan alur masuk pasien penderita korona. Jika pembatasan dilakukan, aktivitas sehari-hari akan berkurang. Penularan virus jumlahnya diharapkan menurun.

Itulah pentingnya PPKM. Mengetatkan pinggang ekonomi tetapi memberi sedikit kelegaan bagi fasilitas kesehatan yang menangani penderia Covid-19. Harus diingat bahwa jumlah dokter, perawat, dan tenaga kesehatan banyak berkurang karena meninggal terpapar Covid-19. Vaksin dan prokes ketat tetap tak menjamin 100% keselamatan mereka yang berjuang demi keselamatan penderita Covid-19.

Apakah PPKM perlu? Ya. Apakah PPKM berkepanjangan perlu dilakukan? Sebaiknya tidak. Karena PPKM berkepanjangan adalah vonis hukuman mati perlahan bagi penghidupan banyak orang. Kita hanya berharap begitu kenaikan penderita Covid-19 melandai semoga pembatasan bisa dikurangi sehingga roda ekonomi kembali bergerak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s