Moon River

Entah sudah berapa kali saya memutar lagu berjudul Moon River ini. Belasan kali. Mungkin lebih. Saya merasa bahwa malam ini saya mendengarkan lagu ini untuk pertama kalinya. Begitu mendengar lantunan nadanya, langsung mengena. Lagu ini langsung saya sukai.

Liriknya ada. Saya baca. Tak benar-benar memahaminya maksudnya apa. Lagu sedih? Lagu romantis? Sungguh tak ada ide. Otomatis saya melakukan pencarian untuk mencari makna lagu ini. Saat mencari arti lagunya kebetulan menemukan latar belakang dari lagu yang fenomenal ini.

Artikel berjudul “Moon River” from “Breakfast at Tiffany’s” Was Actually Inspired By the South menjelaskan kisah di balik pembuatan lagu ini. Lagu ini istimewa karena menjadi lagu yang dinyanyikan secara akustik oleh Audrey Hepburn dalam adegan di film Breakfast at Tiffany’s – film jaman dulu sekali. Lagu legendaris yang sudah dicover oleh banyak penyanyi ini nyaris dipotong dari rilis film untuk rilis di bioskop. Untung pencipta musik, pemusiknya, dan aktrisnya bersikeras untuk tetap menyajikan lantunan lagu ini.

Kembali ke maknanya ternyata lagu ini memiliki banyak interpretasi. Tergantung perspektif pendengarnya. Bisa dibaca di Quora tentang “What is the meaning of the Moon River song?”.

Salah satu pemaknaan yang saya suka adalah lagu ini bercerita tentang seseorang yang melakoni sebuah perjalanan hidup. Ada banyak pasang naik dan surut. Ada harapan dan ada kecewa. Namun, semuanya akan kembali ke satu muara yang sama di akhir kehidupan.

Ada juga pandangan yang cukup romantis. Dalam hidup ini, seperti laiknya mengarungi perjalanan, ada banyak hal yang tak diketahui di masa depan. Namun, bersama dengan pasangan hidup berani menerima tantangan untuk tetap maju ke depan.

Entahlah! Mungkin tak perlu dicari-cari maknanya. Somehow lagu ini mendayu lembut dan menghanyutkan ke alam impian yang indah. Nada yang memberikan warna bahwa hidup ini indah. Nikmati dan jalani selagi kita masih punya kesempatan hidup.

Ada banyak versi dari lagu ini. Untuk saya versi dari Frank Sinatra terdengar gagah indah dengan tempo yang pas. Versi dari duo Nieka Moss dan Jason Lux mengalun apik menghipnotis dengan denting piano yang menari lincah. Sedangkan versi pertama dari Audrey Hepburn begitu sederhana tetapi sangat berkesan dengan instrumen petik akustik. Ketiga-tiganya memiliki keindahan masing-masing. Suka dengan tiga versi ini.

Silakan menikmatinya. Lebih pas didengarkan di malam hari sembari menyeruput kopi atau teh. Membuat hati terasa hangat. Hidup menjadi lebih human.

Frank Sinatra
Nieka Moss dan Jason Lux
Audrey Hepburn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s