Meraup Tampilan dan Klik

Dunia maya memang menarik. Memiliki magnet yang kuat. Terlalu banyak hal menarik di internet sehingga begitu banyak orang yang harus berebut perhatian untuk mendapatkan tampilan dan klik. Hal ini menjurus pada sebuah perang bernama “attention war“. Rebutan untuk membuat khalayak umum memberikan perhatiannya. Makin besar perhatiannya, makin besar yang datang untuk berinteraksi. Interaksi yang kemudian berujung pada cuan dan popularitas.

Sebuah artikel dari Vox membahas lebih jauh tentang pertarungan memperebutkan perhatian tersebut “There’s a war for your attention. And you’re probably losing it.

Untuk kita yang awam, lihat saja fenomena yang tampak jelas di TikTok atau Instagram Reels. Mereka yang menyebut diri influencer atau Content Creator membuat konten yang ‘pokoknya bisa bikin orang tertarik’. Konten biasa tak akan dilirik. Orang banyak pasti akan melirik konten yang terlampau unik, luar biasa heboh, atau benar-benar aneh.

Tak jarang banyak yang mengambil jalan pintas. Bentuk paling jamak adalah melakukan prank yang gokil atau perempuan yang goyang-goyang seksi. Secara algoritma, dua konten receh itu mendulang tampilan yang luar biasa. Trafik yang besar kemudian dikonversi menjadi media promosi melalui endorsement atau iklan produk.

Tak hanya di Tiktok dan Instagram Reels, platform media online lainnya juga mengalami hal serupa. YouTube, Facebook, dan Twitter. Oleh karena itu wajar jika para pembuat konten harus memutar otak untuk bersaing di platform yang ramai dipenuhi para kompetitor pembuat konten lainnya.

Salah satu yang tiba-tiba menyeruak dari algoritma YouTube saya pagi ini adalah video permainan piano yang dimainkan oleh pianis perempuan yang tampil sensual. Talenta saja sepertinya tak cukup mengundang perhatian banyak orang. Sang pianis harus menari-narikan jemarinya di atas tuts dengan mengenakkan lingerie. Dengan begitu videonya bisa dinikmati secara visual dan audio. Lantunan musiknya enak didengarkan, tampilan visualnya asyik dilihat. Suatu pengalaman yang menyenangkan sehingga jumlah pelanggan kanal YouTube-nya banyak. Pun dengan jumlah Tampilan dan Suka yang ikut terdongkrak.

Pasti menimbulkan tanya kenapa harus tampil semi telanjang saat memainkan piano. Apakah ruangannya panas karena tidak ada pendingin ruangan? Apakah bermain piano itu bikin keringatan sehingga lebih nyaman dengan pakaian terbuka? Bisa jadi mungkin pemainnya hanya memiliki baju dalaman saja.

Entahlah. Tak perlu ada jawaban. Cukup menikmati sajian gambar dan suara yang ada. Permainan piano yang disuguhkan oleh pianis yang memakai pakaian minim bukan hal yang mengganggu. Boleh dibilang malah sebuah hiburan yang indah. Dinikmati saja.

Jika suka, silakan menikmati permainan River Flows in You di bawah ini. Bisa dinikmati sambil memejamkan mata. Bisa juga sebaliknya, dengan membuka mata selebar-lebarnya.

River Flows in You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s