Quid Mihi Agendum

Dalam menjalani lika-liku kehidupan, insan manusia kadang menemui kegagalan atau kebuntuan. Hanya bisa duduk. Tak mengerti harus apa.

Ratusan tahun yang lalu, seorang Inigo memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Sebagai seorang tentara sekaligus bangsawan, Inigo telah memilih jalan hidup yang baru. Menjadi seorang relijius. Keinginannya kuat untuk melakukan perjalanan yang berbahaya, panjang, dan jauh ke Yerusalem. Inigo berharap untuk mengabdikan hidupnya di Tanah Terjanji tersebut.

Sayangnya karena berbagai faktor, Inigo tak mendapat izin untuk menetap di Yerusalem. Inigo harus pergi dari tempat yang telah diimpikannya sekian lama. Inigo termenung. Sebuah pertanyaan terlintas dalam benaknya.

quid mihi agendum

Pertanyaan dalam bahasa Latin itu berarti “apa yang harus keperbuat?”. Dia mengeluarkan pertanyaan itu sebagai alat refleksi untuk menuntun dirinya dalam menentukan apa tujuan hidupnya.

Dari catatan kisah hidupnya, Inigo menemukan jawabannya. Inigo – yang sekarang lebih dikenal sebagai Santo Ignasius – segera menuju Roma dan kemudian mendirikan Serikat Jesus. Membaktikan dirinya secara total untuk Kemuliaan Tuhan yang Lebih Besar. AMDG. Ad Maiorem Dei Gloriam.

Tentu setiap orang memiliki momen saat harus bertanya pada dirinya sendiri. Aku harus berbuat apa? Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sehat karena wajar bagi manusia untuk pertama-tama menyapa dirinya sendiri.

Bagaimana dengan Anda, apakah sudah pernah menanyakan pertanyaan tersebut pada diri Anda?

quid mihi agendum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s