Desember 2006

Munggur kini hadir dengan satu tambahan kategori baru, yaitu ‘rangkuman’. Isinya tentang apa yang terjadi pada satu rentang periode. Taruhlah satu bulan.  Untuk rangkuman yang pertama baiklah…

Bulan Desember penuh kejutan. Masih banyak diskusi beredar yang membicarakan Yahya Zaini dan Eva Maria, Aa Gym dan poligami, Lapindo yang belum kelar, Merapi yang sedang membersihkan diri dengan menghadirkan banjir lahar dingin dan Alda yang meninggal tidak wajar.

Itulah rangkuman yang semoga berguna. Bila kita sudah tua, kita bisa mengingat apa yang terjadi pada waktu yang lampau. Pun bermanfaat untuk generasi berikutnya yang akan menapaki coretan dan goresan masa silam.

Sebentar lagi… Desember akan lewat dan terganti dengan Januari dan tahun yang baru.

Natal 2006

Hmm… Natal hampir tiba. Ya, seperti itulah yang didengung-dengungkan supermarket dan mal-mal besar yang menyesaki kota. Ayo, belanja dan saling menukar kado Natal. Belilah mumpung murah dan seterusnya…

Natal hampir kehilangan esensinya, yaitu Lahir Kembali atau Hidup Baru. Tepat dengan momen yang berelasi dengan datangnya Tahun Baru. Hidup memang tak harus dihitung seperti perusahaan tutup buku dan membuat rencana baru. Perubahan hidup bisa dilakukan kapan saja seorang insan menghendakinya.

Natal kali ini harus disikapi dengan lebih rendah hati. Sudahkan kita menjadi manusia yang lebih manusiawi dengan sesama? Kesempatan untuk saling mengasihi.

Mengasihi tidak harus ditentukan dengan nominal, seberapa besar kado kita. Tapi perhatian dan waktu yang kita luangkan untuk sesama kita. Tak jauh-jauh, maksudnya teman dan keluarga.

Selamat Natal bagi anda yang merayakannya. Natal kita memang bukan white christmas tapi wet christmas… Maklum musim hujan.

Melanglang Buana

Apakah Anda puas dengan hidup Anda yang sekarang? Bagaimana bila Anda terperangkap dalam hidup yang rutin selama belasan tahun, bahkan puluhan tahun? Pernahkah merasakan rasanya melanglang buana? Apakah hidup Anda sudah penuh dengan petualangan? Pilih mana, kenyamanan dan rasa aman atau perjalanan yang mendebarkan?

Itulah pertanyaan demi pertanyaan kala membaca buku terjemahan karangan Peter O’Connor dari negeri Kangguru yang berjudul When Tommorow Comes (Gerhana Terakhir) dan Seeking Daylight’s End (Mengejar Matahari) yang dibundel dalam satu buku terbitan Gramedia Pustaka Umum.

Di cerita pertama, tentang Talan seeokor Elang yang mengarungi daratan dan pegunungan untuk melihat matahari terbenam di ujung samdra. Bisakah dia menemukannya kendati harus menghadapi resiko yang sedemikian besar? Menyentuh. Membuat orang untuk segera meninggalkan cara hidup yang kurang ‘hidup’.

Cerita kedua bercerita tentang cucu dan kakeknya menjelajahi daratan Australia untuk melihat gerhana yang hanya terjadi untuk beberapa tahun sekali. Gerhana yang spesial karena mungkin adalah gerhana terakhir untuk Sang Kakek. Apakah si tua renta dapat melihat yang ingin dilihatnya?

Dua buku yang bila diresapi dan menjadi pegangan hidup, bisa jadi, membuat kita bernyanyi “My Way” dari Frank Sinatra dengan lantang di akhir hidup kita. Bukannya merepet lagu “If I Only Have Time”.

Siapkah Anda untuk mengubah hidup? Momennya juga tepat, Tahun Baru 2007! Bisa dicoba siapa tahu Anda akan memulai petualangan Anda…