Kursi Gubernur DKI Jakarta

Siapa kiranya yang akan duduk di kursi gubernur DKI Jakarta periode berikutnya? Tak ada yang tahu untuk saat ini.

Yang ada hanyalah prediksi berdasar kalkulasi statistik — baik dari badan yang serius hingga yang abal-abal — yang sekiranya dapat menjadi perhitungan politik. Selain itu ada pemikiran dan kritisi para pakar atau yang mendadak menjadi pakar. Belum lagi kalau menyertakan para pembuat isu yang sejatinya dipakai untuk meningkatkan tingkat elektabilitas pasangan cagub/cawagub tertentu sekaligus menjelekkan pamor pasangan-pasangan lainnya.

Masyarakat luas umumnya hanya mengerti sebatas tiga pasangan yang mengikuti kontes menjadi orang nomor satu dan dua di ibukota. Ahok-Djarot yang menjadi petahana saat ini. Agus-Sylvina yang didukung oleh Klan Cikeas. Dan Anies-Sandi yang maju dengan restu Prabowo.

Sebagian besar rupanya sepakat bahwa Sang Petahana akan tetap menjadi gubernur dan wakil gubernur. Melanjutkan program yang sudah berjalan dengan baik.

Namun tak semua setuju. Pasalnya banyak yang menilai bahwa SBY mampu memoles citra Agus dan Sylvina menjadi kandidat baru yang relatif bersih dan oleh karenanya diminati oleh pemilih muda. Hanya sayangnya keduanya relatif tidak sepopuler dua pasangan yang lainnya.

Begitu pula para pemilih dan pendukung Prabowo — yang jelas-jelas mengusung Sandi — tetapi harus menjadikan Anies sebagai calon gubernur karena memiliki reputasi yang lebih harum dan diminati orang karena suntan berbicara. Tanpa Anies, Sandi hanya menjadi boneka penggembira yang secara statistik tak akan mengungguli nama Ahok atau Agus sekalipun.

Mari kita lihat siapa yang nantinya akan menjadi pemenang. Masih banyak problematika yang akan dihadapi oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih nanti. Semoga yang terpilih adalah yang memiliki kemampuan yang linuwih dan memang ingin bekerja untuk kesejahteraan warga DKI Jakarta.

Iklan

Zika

Mulanya virus Zika hanya ditemukan dan menyebar di Brazil. Banyak orang yang khawatir bila virus — yang menimbulkan akibat yang gawat pada ibu hamil dan bayinya ini — menyebar ke luar Brazil.

Apalagi saat virus Zika dipublikasikan pertama kali, ada perhelatan besar yang diadakan di Brazil yaitu Olimpiade Musim Panas 2016. Ada begitu banyak atlet, pendukung dan penonton yang datang ke Brazil dari seluruh dunia. Bilamana ada yang tertular virus Zika ini, bisa jadi akan disebarkan ke banyak penjuru dunia.

Selain itu virus ini tak memperlihatkan gejala yang langsung bisa dikenali oleh tenaga medis; baik yang terlatih atau pun yang tak terlatih. Bila sudah tertular, tak langsung terlihat parah atau meninggal di tempat. Justru ini yang membuat penularannya makin susah dicegah.

Tindakan yang nyata untuk mengurangi atau memusnahkan virus ini adalah dengan cara mengurangi populasi nyamuk yang bisa membantu penyebaran virus ini. Begitu pula dengan menyiapkan para tenaga medis di bagian imigrasi dan rumah sakit untuk melakukan tindakan yang harus dilakukan untuk merawat penderita virus Zika ini.

Yang paling ditakutkan dari virus Zika ini adalah penyebarannya yang pesat di negara tropis. Pasalnya lingkungan sekitar yang hangat membuat nyamuk-nyamuk berkembang-biak dengan sangat cepat. Makin banyak nyamuk di suatu area yang terjangkit virus Zika, makin susah pula mencegah orang-orang untuk tidak tertular virus ini. Di samping itu, populasi di negara-negara tropis memiliki jumlah yang besar dan hidup di area dengan tingkat densitas yang tinggi. Penyebaran penyakit apapun menjadi lebih cepat.

Lalu apa yang bisa diharapkan dengan virus Zika ini? Untuk saat ini hanya bisa berharap supaya ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit yang ditimbulkan oleh virus ini.

Masih ingat wabah SARS beberapa tahun yang lalu di Hong Kong dan RRC? Ada kepanikan karena penularan yang pesat dalam waktu singkat. Nyatanya segera ditemukan obatnya. Kemudian rantai penyebarannya berhasil dihentikan.

Semoga apa yang terjadi dengan virus Zika ini segera teratasi.

Tak Boleh Parkir Sembarangan

Badan jalan seyogyanya bukan tempat parkir bagi sepeda motor dan mobil. Kecuali bila ada tanda boleh parkir di suatu badan jalan.

Khusus bagi jalan dengan garis berbiku warna kuning tidak boleh untuk parkir. Tanda dengan warna kuning tersebut ditorehkan di atas aspal sehingga mudah dikenali oleh banyak orang. Sayangnya ada saja pemakai kendaraan yang tak paham dengan makna larangan tersebut. Alhasil mereka tetap memarkir kendaraan mereka di badan jalan yang tingkat salu-lintasnya tinggi. Kemacetan pun tak terhindarkan.

Pihak pengelola lalu-lintas pun segera bertindak. Mulai hari Senin tanggal 5 September, bila ada kendaraan yang tetap parkir sembarangan di badan jalan dengan garis berbiku garis kuning maka langsung digembok. Beberapa mobil akhirnya tak bisa bergerak karena dipasangi gembok khusus di roda. Hanya pihak pengelola lalu-lintas yang bisa membukanya. Dendanya tak tanggung-tanggung. 500 ribu rupiah. Lumayan, kan? Sekali kena denda pastilah tetap ingat sehingga tak lagi parkir sembarangan.

Semoga dengan adanya gembok yang dipasang di roda kendaraan maka jalanan lebih lega sehingga arus lalu-lintas menjadi lebih lancar. Tak lagi mudah macet yang membuat aktivitas berkendara menjadi tak nyaman.