Kategori: jalan2

Seoul

Baru-baru ini The New York Times menampilkan 52 tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi di tahun 2015 ini.

Dari tempat-tempat itu, ada tempat yang memang sudah terkenal sejak dulu seperti Milan dan Singapura. Ada juga tempat yang belum banyak diketahui orang namun popularitasnya meningkat belakangan ini seperti Macedonia, Oman dan Rabat.

Surat kabar tersebut mengemukakan alasan mengapa tempat-tempat tersebut menarik untuk dikunjungi. Ada yang karena keindahan geografisnya, kemajuan arsitektur barunya atau karena sebelumnya sulit untuk dijangkau oleh pelancong di masa lalu.

Salah satu kota yang menarik perhatian saya dari deretan daftar tempat menarik tersebut adalah Seoul. Promosi yang gencar oleh pemerintah Korea Selatan memang nampak di mana-mana membuat rasa penasaran makin bertambah untuk melancong di ibukota Negeri Ginseng tersebut. Pun kulinernya terkenal dan enak seperti Bulgogi dan Bibimbap. Belum lagi ekspos media online atau offline yang tampilkan tayangan dan liputan terkait Seoul. Lagipula Korea Selatan merupakan salah satu negara di Asia Utara yang belum saya kunjungi.

Saya penasaran seperti apa Kota Seoul itu. Semoga saya bisa berkunjung ke kota tersebut. Kota di mana katanya kemajuan arsitektur modern dengan infrastruktur yang canggih bercampur dengan bangunan kuno tradisional yang terkenal yang masih terawat hingga kini.

Liburan di Yogyakarta

Liburan pergantian tahun kali ini memang lebih panjang. Libur Natal hingga Libur Tahun Baru. Kesempatan yang baik untuk berlibur.

Mulai hari Rabu kemarin Kota Yogyakarta mulai ramai. Banyak penduduk Yogyakarta yang merantau di luar kota pulang kampung. Turis domestik dari luar kota juga berdatangan untuk melewatkan liburan di kota yang menjadi destinasi wisata #2 di Indonesia. Selain itu banyak juga para pemudik yang melewati Kota Yogyakarta untuk menuju kota dan wilayah sekitarnya seperti Klaten, Solo dan Klaten. Jalanan di Yogyakarta pun dilewati oleh mobil dan kendaraan dengan plat nomor kota lain.

Mengapa banyak yang berlibur di Kota Gudeg ini? Alasannya sederhana. Kota yang terletak di tengah Pulau Jawa ini bisa dijangkau dengan mudah dan murah dari banyak kota lainnya di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu kota ini memiliki banyak tempat wisata yang menarik. Baik dari segi sejarah, kuliner dan event lokal. Penginapan banyak tersedia dengan biaya yang relatif murah.

Ditambah dengan adanya korelasi antara para pemudik dan turis domestik seperti mereka yang sudah pernah bersekolah di Yogyakarta atau memiliki kerabat di kota ini.

Menyenangkan, bukan? Oleh karena semua alasan tersebut Yogyakarta menjadi tempat berlibur yang asyik.

Arashiyama

Arashiyama yang terletak di Kota Kyoto, Jepang itu menghantui saya. Setiap kali melihat foto-fotonya di Internet, setiap kali itu juga saya penasaran dengan tempat itu. Jalanan yang banyak ditumbuhi oleh rimbunan bambu yang tertata rapi di tengah alam yang asri; bila malam pencahayaannya membuatnya lebih memukai.

Dua kali mengunjungi Kota Kyoto dan entah kenapa Arashiyama selalu terlewati. Sebagai tujuan wisata, tempat tersebut tak seterkenal beberapa atraksi wisata lainnya. Waktunya pun tak mencukupi untuk berkunjung ke Arashiyama yang terletak agak jauh di pinggiran Kyoto.

Tak mengapa bila Arashiyama masih menghantui. Mengundang untuk datang lagi ke Kyoto. Bila ada kesempatan untuk pergi ke sana, saya harus mengunjungi Arashiyama sebagai destinasi nomor satu. Tak boleh melewatkannya lagi.

Jalan-jalan di Pagi Hari

Ketika melancong ke kota lain, baik di tanah air atau pun negara lain, tentu kita ingin perjalanan dalam satu hari bisa maksimal. Kalau perlu jam tidur pun didiskon supaya dalam sehari bisa menikmati lebih banyak tempat wisata dan aneka kehidupan di tempat yang dituju. 

Oleh karena itu bangun pagi ketika melakukan perjalanan sangat perlu. Jam untuk jalan-jalan jauh lebih banyak bila bisa bangun pagi. Mulai jalan-jalan jam 7 pagi tentu berbeda dengan yang baru mulai jam 11 siang. 

Ada beberapa keuntungan jalan-jalan mulai di pagi hari. Mari kita lihat satu per satu. 

Sudah Siap di Pagi Hari 

Dari saat bangun, mandi dan kemudian sarapan biasanya makan waktu sekira setengah jam atau satu jam. Kalau bangun pukul 6 pagi, mandi dan makan pagi, jalan-jalan bisa dimulai pukul 7 pagi. Mandi dan makan pagi tak perlu menunggu orang lain. Dengan begitu prosesnya lebih cepat. Lebih cepat lebih baik. 

Tempat Wisata Masih Sepi

Umumnya tempat wisata buka pada pagi hari sekira pukul 9 atau 10 pagi. Tempat wisata baru ramai sekira satu atau dua jam setelah jam buka. Lebih nyaman mengunjungi tempat wisata ketika masih sepi pengunjung. Tak perlu antri. Bisa memotret sepuasnya. Juga bisa menikmati tempat tersebut dengan lebih nyaman; tak perlu berjubel dengan orang lain. Lebih efisien. 

Transportasi Publik Belum Ramai

Ketika orang lain masih berjuang mati-matian untuk bangun, mereka yang sudah bangun pagi bisa merasakan transportasi publik yang masih lapang karena tak banyak orang. Perjalanan bisa lebih dinikmati. Tentu tak berlaku di semua tempat. Beberapa kota di dunia seperti di Jakarta, Tokyo dan Hong Kong justru transportasi publiknya lebih ramai karena banyak dari penduduknya yang berkomuter di pagi hari supaya tak terlambat masuk kantor. Hal seperti ini bisa disiasati yaitu dengan pergi ke tempat wisata yang jaraknya tak terlalu jauh dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. 

Tenaga Masih Penuh

Saat pagi hari, jalan kaki atau naik sepeda rasanya asyik karena tenaga di badan masih penuh. Terutama setelah sarapan pagi dan mandi pagi. Beda kalau sudah siang benderang atau malam hari; tenaga sudah terkuras. 

Foto-foto Lebih Mantab di Pagi Hari

Kecuali di tempat-tempat yang berkabut di pagi hari, umumnya mengambil foto pagi hari itu menghasilkan kualitas foto yang lebih indah. Tak perlu lampu blitz. Tak perlu filter cahaya. Udara pun masih cerah tanpa polusi. Lebih baik lagi bila pemandangannya masih sepi dan sedikit yang lalu-lalang. Foto pemandangan jauh lebih cerah. Selain itu bila memang agak-agak narsis, foto diri pun lebih mantab karena wajah dan tubuh masih segar sehabis mandi dan makan. Masih segar bugar ketika difoto. 

Apalagi keuntungan yang lain? Rasanya sudah banyak. Singkatnya jalan-jalan lebih pagi bisa membuat pelancong mengunjungi lebih banyak tempat dan melakukan lebih banyak aktivitas. Paling tidak bisa mengunjungi satu atau dua tempat tambahan di pagi hari. 

Namun tak perlu dipaksakan untuk bangun pagi. Bila memang kelelahan dan badan perlu istirahat ketika jalan-jalan, ya harus beristirahat lebih panjang. Daripada sakit di tempat tujuan wisata. 

Lagipula ada pelancong yang termasuk ‘makhluk malam’ yang lebih bisa menikmati malam hari ketimbang waktu lainnya. Bagi mereka pagi hari bukan waktu yang pas untuk jalan-jalan tapi memang saat yang tepat untuk mengistirahatkan badan dan mengumpulkan tenaga. 

Bijak Memilih Pesawat Dalam Traveling

Mengenaskan. Itu yang terlintas kala mendengar berita penundaan pesawat Lion Air yang baru saja terjadi. Tanpa ada alasan yang jelas beserta konfirmasi dari penyedia layanan udara tersebut, penumpang terlantar, menjadi marah dan berujung aksi anarki.

Yang jelas jadwal perjalanan terganggu. Bisa jadi di antara penumpang tersebut ada yang hendak melancong. Terbayang indahnya tempat tujuan. Lalu tiba-tiba memudar karena waktu perjalanan terdiskon dengan jadwal terbang yang kacau. Terlebih lagi kalau gagal terbang sama sekali.

Penerbangan mewah atau berbiaya murah tak menjamin pesawat terbang tepat sesuai jadwal. Namun kredibilitas maskapi yang menjadi garansi lancarnya penerbangan. Sejauh ini, saya pikir AirAsia, ANA dan SIA mampu terbang tanpa penundaan. Sedangkan Garuda memang tak jauh dari istilah ‘telat’.

Keramahan kru kabin juga membuat perjalanan menjadi nyaman atau sebaliknya seperti di neraka. Untuk urusan pramugari, United Airlines paling tidak ramah dan diskriminatif. Sedangkan ANA paling sopan dan tulus. AirAsia juga termasuk ramah.

Fasilitas pesawat bagi saya tak begitu penting. Antar maskapai kualitasnya tak jauh berbeda. Tentu kita berbicara kelas ekonomi, bukan kelas bisnis yang tak pernah saya rasakan. Kecuali bila Anda menempuh penerbangan long-haul, saya sarankan untuk memilih maskapai dengan pesawat berbadan lebar dan baru. Qatar Airlines merupakan favorit saya untuk saat ini.

Selamat memesan tiket pesawat Anda dengan seksama dan selamat menikmati penerbangan Anda!

Internet dan Jalan-jalan

Internet merupakan salah satu sumber informasi jalan-jalan. Peta, tempat-tempat wisata, ulasan dan pesan hotel, diskon oleh-oleh, tips perjalanan dan info cuaca dapat diulik dari laptop yang dibawa atau komputer yang tersedia di warung internet. Internet boleh jadi membuat jalan-jalan makin mudah.

Oleh karena itu, tak ada salahnya bila Anda mencari hotel atau tempat menginap yang menyediakan akses internet. Baik wireless maupun yang menggunakan kabel. Tergantung kebutuhan.

Ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Saat memakai laptop untuk mengakses internet, cermati keamanan wireless connection yang tersedia. Sedangkan untuk pengguna warung internet, perlu log out/sign out dengan sempurna dan tak meninggalkan jejak informasi. Terlebih bila menggunakan internet untuk memesan hotel yang melibatkan informasi kartu kredit dan email.

Untuk saya sendiri, saya memilih menginap di Casa Madrona, Sausalito dan Broadway Manor Inn, San Francisco karena kedua hotel ini menawarkan layanan internet nirkabel gratis. Hanya saja, ternyata hotel yang kedua tak memiliki koneksi yang baik. Alhasil, saya mencantol internet dari Academy of Art University, SF yang letaknya di seberang hotel yang saya tempati.

Meskipun internet membantu perjalanan, akan lebih baik bila memungkinkan untuk menggunakan internet seminimal mungkin. Manfaatkan waktu yang ada untuk menikmati perjalanan. Untuk yang hobi ngeblog, ya bolehlah menulis blog on the spot. Namanya juga blogger. Iya, kan?

Tags: , ,

Cuaca dan Jalan-jalan

Suka atau tidak suka, ada banyak tempat dan atraksi wisata yang bisa dijangkau bila cuaca mengijinkan. Terlebih bila obyek wisata tersebut berada di wilayah yang rentan dengan gangguan cuaca.

Wilayah yang cuacanya susah diprediksi adalah kota San Francisco. Subuh ini saya sudah bangun untuk mempersiapkan diri terbang dengan balon udara melintasi Napa Valley. Sayangnya, saat saya menghubungi Napa Valley Aloft, Inc., mereka memberitahukan bahwa penerbangan ditunda karena pagi ini berkabut. Alasan keamanan yang memang mutlak ditaati untuk menghindarkan penumpang dari kecelakaan akibat jarak pandang yang terbatas.

Dan perjalanan tersebut ditunda. Ditawarkan untuk menumpang balon udara besok pagi. Jadi, hari ini rencana berubah. Plan B, shopping. Bukan, bukan untuk saya sendiri. Justru belanjaan datang dari teman, keluarga dan gadis baik hati yang titip barang. Untuk saya sendiri, justru ingin memanfaatkan hari ini untuk menulisi kartu pos dan mengirimkannya ke sanak saudara, handai taulan dan tentu saja seseorang yang ada di hati dan di Negeri Merlion.

Cuaca memang mempengaruhi rencana jalan-jalan. Namun, bukan berarti I cannot make my day. Masih banyak tempat yang harus dijelajahi. Yang pasti, saya juga belum puas menikmati perjalanan dengan Cable Car dan mencecap secangkir coklat hangat di Ghirardelli. Dua-duanya tak cukup untuk dinikmati sekali saja. Sama-sama menjadi alasan saya mengunjungi SF untuk kedua kalinya.

San Francisco, 28 Oktober 2008

Tags: , , , ,