Here I am, Lord

Photo by kailash kumar on Pexels.com

Baru saja lagu ini dilantunkan saat penutupan retret yang dilakukan secara virtual melalui Zoom beberapa hari ini. Mendengar lagu berjudul Here I am, Lord langsung membuat hati saya terharu. Saya putar berkali-kali. Ada rasa hangat di hati sekaligus rasa yang sulit dijelaskan. Bikin saya speechless.

Retret ini terkait tentang perutusan untuk menjadi Sahabat bagi siapa saja. Seturut dengan ensiklik baru yang berjudul Fratelli Tutti pada peringatan St. Fransiskus Assisi, 3 Oktober 2020 – yang diterbitkan oleh Paus Fransiskus. Fratelli Tutti dalam bahasa Indonesia lebih kurang adalah “Semua Bersaudara“. Intinya sebagai pribadi kita bersahabat dengan semua orang. Silakan membaca ringkasannya di Ringkasan Ensiklik Fratelli Tutti.

Kembali ke lagunya, nadanya lembut memanggil. Liriknya menyentuh.

Here I am, Lord
Is it I, Lord?
I have heard You calling in the night
I will go, Lord
If You lead me
I will hold Your people in my heart

dari lirik lagu Here I am, Lord

Bilamana Tuhan memanggilku. Aku akan pergi melakukan perutusan Tuhan. Bimbinglah aku, Tuhan. Aku akan merengkuh sesamaku dalam hatiku.

Begitulah sekira isi lagu itu.

Dalam sekali. Apakah aku pantas untuk menjalani perutusan untuk menganggap sesamaku – siapa pun itu – sebagai Sahabat? Entahlah. Dalam kehidupan yang multikultural tetap saja ada sekat-sekat yang menghambat. Tetap merasa bahwa ada jarak untuk menjadikan siapa pun yang kita temui sebagai Sesama.

Untuk saya sendiri, saya berharap bisa menjadikan orang lain sebagai Sesama. Nguwongke manusia. Memanusiakan manusia. Semoga bisa menjadi makin terlibat dalam gerak kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Entahlah…

Yang penting saya menikmati lagunya. Terharu sampai ke relung hati.

AMDG

Close To You

Photo by Asad Photo Maldives on Pexels.com

Ini salah satu lagu favorit saya. Lagu ciptaan Carpenters. Lagu jadul banget. Romantis banget. Berharap banget suatu hari bisa mendengarkan musik indah ini sembari minum teh panas manis dengan sesosok ‘malaikat imut’ yang suka nasgitel.

Ah, saya sudah memutar lagi ini berulangkali di YouTube. Mungkin sudah lima delapan kali lebih. Entah sudah berapa kali. Kalau ini sebuah kaset lagu, pasti sudah kusut karena terlalu sering diputar.

On the day that you were born the angels got together And decided to create a dream come true…

Dengerin lagu ini jadi bikin kangen. Secuil rindu tiba-tiba nongol di beberapa menit sebelum tengah malam. Sambil meluk bantal. Wkwkwk.

Ingin Mencinta dan Dicinta

Photo by burak kostak on Pexels.com

Saling mencintai terdengar mudah dan indah. Nyatanya tidak seperti itu. Cinta membutuhkan perjuangan.

Beruntunglah mereka yang dalam hidupnya yang singkat ini menemukan seseorang untuk dicintai dan membalasnya dengan mencintai.

Sayangnya tak semua orang beruntung. Ada insan-insan yang merindu sebentuk cinta. Hanya karena mereka tak memiliki wajah menarik, tubuh yang normal, ekonomi yang cukup atau karena keterbatasan lainnya menjadikan mereka pribadi yang tak dicintai. Justru disingkiri. Orang-orang yang dianggap orang kebanyakan tak layak untuk mencintai dan dicintai.

Namun mencintai dan dicintai adalah hak setiap orang. Lagu Creep yang dipopulerkan oleh Radiohead menceritakan kisah seseorang yang dianggap aneh namun secara diam-diam mendamba seseorang yang baginya terasa sangat istimewa. Cintanya tak mendapatkan balasan. Hanya bisa memandang dari jauh. Patah hati dan galau tanpa akhir.

Sungguh tragis mengiris hati yang sudah tipis harapannya. Tak ada romantisnya. Bagai pungguk rindukan bulan. Sebatas khayalan. Tak nyata. Namun sakitnya benar-benar terasa.

Lagu Creep didedikasikan kepada mereka yang kurang beruntung menemukan cinta di dunia ini. Semoga di kehidupan berikutnya mereka cukup beruntung menemukan pasangan jiwanya.

The Macarons Project melantunkannya kembali dengan sangat pas.

La Vie en rose

Photo by Secret Garden on Pexels.com

Lagu La Vie en rose ini merupakan lagu yang identik dengan penyanyi Perancis bernama Edith Piaf. La Vie en rose punya arti Life in pink. Hidup yang terlihat melalui kacamata yang (membuatnya) indah. Kira-kira begitu pemaknaannya.

Lalu apa kisah lagu tersebut?

Tentang ekspresi bahagia saat sepasang muda mudi menemukan cinta sejati. Uwu uwu sekali, kan? Namun ini bukan cinta yang biasa. Lagu ini sangat digemari karena memberikan begitu banyak orang harapan untuk tetap menemukan seseorang dan memadu cinta. Harapan yang muncul saat kondisi sangat buruk di tengah Perang Dunia II.

Lagu La Vie en rose ditulis tahun 1945. Sebagian besar dunia sedang kacau oleh perang. Bom atom dijatuhkan di Jepang, perang tiada akhir di benua Eropa dan begitu banyak medan perang di sana-sini. Korban berjatuhan. Keluarga terpisah. Begitu banyak istri menjadi janda karena suaminya tewas saat berperang. Kota-kota menjadi puing tanpa penghuni. Sepertinya tak ada lagi cinta tersisa. Sirna harapan.

Namun anehnya manusia memang makhluk yang bisa beradaptasi. Dalam kondisi peperangan, tetap ada pribadi-pribadi yang ingin seize the day dan fall in love. Menemukan seseorang dan jatuh cinta. Menikah. Tanpa pernah tahu bagaimana esok. Bila hari ini adalah yang terakhir maka haruslah sempat untuk mencintai dan dicintai. Meskipun hanya singkat sebelum nyawa meregang.

Setali tiga uang. Tahun 2020 menjadi Tahun Pandemi Corona. Kematian akibat Covid-19 menjadi berita sehari-hari. Pun nominal mereka yang terpapar selalu bertambah. Tak linear. Justru secara drastis melonjak. Makin banyak yang tertular, makin pupus pula harapan manusia. Begitu banyak yang ingin tahun 2020 segera lewat beserta hilangnya coronavirus.

Namun sekali lagi, manusia adalah makhluk yang adaptif. Tak mau waktu berharga terlewat, tetap ada yang menemukan cinta. Bahkan ada yang tetap melanjutkan ke pelaminan. Besok adalah urusan Tuhan. Hari ini adalah waktu untuk seize the day dan falling in love. Kapanlagi? Saat ini adalah saat yang tepat untuk menjalani hidup semaksimal mungkin. Ada cinta di tengah perang terhadap coronavirus. Hebat, bukan?

Silakan menikmati ekspresi cinta di tengah pandemi dengan lantunan musik tiup dan suara Louis Amstrong. La Vie en rose…

Sutra Campur Remix

Sebuah perpaduan yang unik. Pendeta Buddha merapal kata-kata Sutra Buddha. Di saat yang sama ada remix musik elektronik yang mengalur seirama. Memberikan alunan yang mistik, menenangkan sekaligus menyelaraskan jiwa.

Sesuai untuk mengurai kebuntuan dan kelelahan kognitif gegara mengikuti pelatihan WordPress yang membuat kapasitas otak terengah-engah.

Mendengarkan Sutra campur Remix bisa sedikit banyak membuat tenang pikiran sehingga bisa mereview apa yang sudah saya pelajari untuk menghadapi kuis pekan ke-tiga dari empat pekan pelatihan. Semoga hasilnya kuisnya maksimal.

Denting Gitar

Photo by Tatiana Syrikova on Pexels.com

Salah satu instrumen musik yang enak didengar oleh telinga manusia adalah gitar. Bisa dibikin santai dengan genjreng-genjreng santuy. Bisa juga menjadi sangat indah bila yang memainkannya sangat mumpuni.

Dan ada kiblat gitar, salah satunya permainan denting gitar khas Spanyol dan Arab; yang tentu masih mirip-mirip. Ada percampuran budaya Dataran Iberia (Spanyol dan Portugal) dengan Benua Arab yang memang berbatasan di sebelah Selatannya dan hanya terpisah oleh Gibraltar. Indah sekali. Senang mendengarnya. Tak mampu untuk memainkannya. Hanya mengaguminya.

Dulu pernah sebentar saja ikut kursus gitar klasik. Namun hanya seumur jagung. Tak merasa mampu untuk melanjutkannya. Memilih untuk menjadi penikmat denting gitar saja.

Bésame Mucho

Pernah dengar lagu itu? Mungkin pernah. Tahu artinya? Mungkin tidak. Padahal lagu ini adalah salah satu lagu Meksiko yang paling populer di dunia.

Untuk yang tidak tahu artinya, Bésame Mucho memiliki arti Kiss Me a Lot. Judul lagunya yang termasuk kontroversial pada masanya. Serius?

Yes. Consuelo Velázquez sang pencipta lagu tersebut mengakui bahwa saat dia menulis lagu tersebut dia bahkan belum pernah berciuman atau dicium oleh laki-laki dalam hidupnya. Maklum saja karena pada waktu itu, tahun 1940 saat lagunya ditulis, ciuman dianggap sebuah tindakan dosa (dalam konteks ciuman yang dilakukan sebelum menikah).

Dan Consuelo – perempuan asli Meksiko ini – benar-benar merindukan sebuah ciuman yang lama dan intim. Seperti laiknya gadis perawan mengidamkan sebentuk cinta dari seorang pria.

Besame, besame mucho
Que tengo miedo a perderte
Perderte después

Something Stupid

Ah, lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Frank Sinatra memang asyik-asyik. Beneran bikin hati jadi berbunga. Mungkin karena ada rasa kangen menyelinap di hati.

Dan namanya kisah asmara selalu ada yang bilang dua insan jadi melakukan hal-hal yang konyol dan bodoh. Something stupid. Cinta tak selalu membuat dua orang menjadi buta. Namun sedikit crazy dan ada rasa euforia. Rasa ceria. Rasa membuncah. Bergejolak. Entahlah.

Tapi sebodoh-bodohnya cinta, cinta sendiri bukan hal yang bodoh. Justru cinta menjadi sesuatu yang bernilai. Menjadi pondasi sebuah relasi yang kuat. Dan tentu menjadi sesuatu yang mengikat dua insan yang sama-sama hadir untuk satu sama lain. Nothing is stupid about the love. Bahkan apa sih indahnya hidup tanpa sebuah bentuk cinta.

Yuk, nikmati saja lantunan Frank Sinatra bersama-sama…

I know I stand in line until you think you have the time
To spend an evening with me

And if we go someplace to dance, I know that there's a chance
You won't be leaving with me

And afterwards we drop into a quiet little place and have a drink or two

And then I go and spoil it all by saying something stupid like "I love you"

Fly Me To The Moon

Photo by Pixabay on Pexels.com

Lagu yang dipopulerkan oleh Frank Sinatra ini salah satu lagu favorit saya. Lantunan irama jazzy Fly Me To The Moon selalu membawa suasana romantis dan bikin saya terbang tinggi hingga ke bulan. Liriknya sederhana namun benar-benar jujur. Lagu romansa jaman dulu memang khas. Tak aneh-aneh dan justru berkesan dalam.

Dan bagian terakhirnya saya suka. Pelan. Lalu menyentak sedikit. Memberi tekanan pada inti dari lagu ini. I love you.

Fly me to the moon
Let me play among the stars
Let me see what spring is like on
A-Jupiter and Mars
In other words, hold my hand
In other words, baby, kiss me

Fill my heart with song and let me sing forevermore
You are all I long for
All I worship and adore
In other words, please be true
In other words, I love you

Fill my heart with song
Let me sing forevermore
You are all I long for, all I worship and adore
In other words, please be true
In other words
In other words
I love you