Tenangno Pikirmu.

Sebuah sentuhan puntiran plot yang spektakuler terangkai dalam sebuah tiga kalimat yang sederhana di adegan paling akhir film pendek berjudul Tilik di YouTube. Tepatnya di titik 30:00 menit dari film yang viral tersebut.

Tenangno pikirmu. Kowe kudu sabar. Percoyo wae karo aku.

Adegan terakhir di Film Tilik, menit 30:00.

Demikian lelaki berumur itu berusaha memberikan sebuah ketenangan bagi perempuan muda yang duduk di sampingnya; di dalam mobil sedan itu.

Luar biasa, Pakdhe! Kata-kata gombalmu bisa bikin ayem perempuan muda yang sedang bergejolak perasaannya; untuk segera dimiliki dan disahkan. Elok!

Plot twistnya benar-benar mantab! Tak terduga. Tak disangka. Nendang.

Film Tilik

Film pendek satu ini mendadak viral. Banyak teman di beberapa grup WhatsApp membagikan tautan videonya di YouTube. Mereka tampak menikmati kisah Tilik (Menjenguk) yang dibuat oleh Ravacana Films yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY.

Jadi saya tontonlah film pendek ini. Saya penasaran.

Cukup mudah saya pahami karena film ini disampaikan dalam Bahasa Ibu saya yaitu Bahasa Jawa. Lokasinya di seputaran Bantul. Seru pembicaraannya. Ada ibu-ibu yang asyik bertukar kata. Tentu fokus utama pada Bu Tejo yang super-duper nyinyir. Mereka sibuk membicarakan tokoh yang misterius yaitu Mbak Dian. Ada Yu Ning yang melakukan pembelaan.

Lucu. Asyik. Adegannya di atas bak truk terbuka juga membumi dan nyata.

Namun plot twistnya benar-benar tak terkira. Klimaksnya nendang.

Penasaran? Yuk, nonton saja video film pendek berjudul Tilik ini.