Film Tilik

Film pendek satu ini mendadak viral. Banyak teman di beberapa grup WhatsApp membagikan tautan videonya di YouTube. Mereka tampak menikmati kisah Tilik (Menjenguk) yang dibuat oleh Ravacana Films yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY.

Jadi saya tontonlah film pendek ini. Saya penasaran.

Cukup mudah saya pahami karena film ini disampaikan dalam Bahasa Ibu saya yaitu Bahasa Jawa. Lokasinya di seputaran Bantul. Seru pembicaraannya. Ada ibu-ibu yang asyik bertukar kata. Tentu fokus utama pada Bu Tejo yang super-duper nyinyir. Mereka sibuk membicarakan tokoh yang misterius yaitu Mbak Dian. Ada Yu Ning yang melakukan pembelaan.

Lucu. Asyik. Adegannya di atas bak truk terbuka juga membumi dan nyata.

Namun plot twistnya benar-benar tak terkira. Klimaksnya nendang.

Penasaran? Yuk, nonton saja video film pendek berjudul Tilik ini.

Keabadian dan Degradasi Manusia

Manusia begitu terobsesi pada keabadian. Ingin tak pernah mati. Bila ingin umur panjang, harapannya bisa melebihi batas 100 tahun.

Dengan hidup lama manusia bisa memiliki kesempatan dalam hidupnya. Aset kekayaannya akan naik seraya berlalunya waktu. Belajar tentang lebih banyak hal di dunia ini. Bisa menghasilkan banyak penemuan baru. Tentu bisa menikmati sekian banyak hal menarik yang ditawarkan oleh dunia.

Namun insan manusia tak sadar bahwa hidup terlalu lama memiliki sisi negatifnya. Hidup dengan tubuh sehat ratusan tahun tak berarti pikirannya tetap sehat. Bisa jadi bosan karena sudah terlalu kaya pengalaman. Belum lagi pasangan yang hidup ratusan tahun bersama bisa jadi tak lagi memiliki perasaan yang sama. Belum lagi bila seseorang hidup lama dan tak mensyukuri kehidupan sehingga tersiksa lebih lama di dunia ini.

Serial Netflix berjudul Altered Carbon menggambarkan sisi positif dan sisi negatif dari hidup yang sangat lama. Diceritakan kalau di suatu tempat bernama Dunia Harlan, kesadaran manusia melekat di sebuah cakram memori yang terbuat dari adopsi teknologi alien. Dengan cakram memori tersebut – yang mewadahi nyawa dan ingatan manusia – seseorang bisa berganti wadah alias tubuh.

Tiap berganti tubuh, seseorang cukup memindahkan data yang ada dalam cakram memori yang melekat di tengkuk. Bila tubuh seseorang sudah rusak parah, tak lagi bekerja dengan baik atau menua; tak perlu cemas.

Uniknya orang bisa memilih tubuh yang ingin mewadahi kesadarannya. Bisa memakai tubuh yang kuat perkasa. Bisa juga memilih di tubuh muda anak kecil. Tentu ada uang, ada pilihan. Sebagian besar yang tak punya pilihan terpaksa hidup di tubuh yang seadanya, bahkan ada perempuan yang mau tak mau hidup di tubuh laki-laki.

Namun yang menjadi soal adalah kerusakan ‘jiwa’ bila berganti tubuh terlalu sering. Belum lagi faktor psikologis Terlalu lama hidup sehingga mengalami terlalu banyak peristiwa yang membuat kesehatan mental terganggu. Intinya umur panjang dengan berganti-ganti tubuh tak menjamin bahwa ‘jiwa’ seseorang tak rusak. Makin lama hidup, makin rusak pula ‘jiwanya’.

Pergantian tubuh lama dengan tubuh baru tak selalu lancar. Begitu banyak masalahnya. Namun manusia cepat beradaptasi. Bahkan ada sekian banyak orang yang menyalahgunakan teknologi tersebut untuk berkuasa. Juga untuk berbuat kriminal.

Di lain sisi, karena bisa hidup lama, manusia jadi lupa tentang tuhan dan kematian. Orang tak begitu peduli tentang mati. Mereka hanya peduli tentang eksplorasi dan eksploitasi. Teknologi menjadi tuhan baru karena bisa mengatasi masalah klasik manusia yaitu kematian.

Dalam serial Altered Carbon, tak semua orang ternyata ingin hidup selamanya. Beberapa orang malah rindu untuk bisa mati total. Tak hanya tubuhnya yang mati lalu ‘jiwanya’ berganti ke tubuh baru. Malah ada yang ekstrim ingin mengembalikan manusia ke kondisi semula yaitu ada kematian; bukan lagi hidup tanpa akhir. Dalam beberapa adegan justru ada tokoh-tokoh yang merasakan ‘hidup’ justru ketika mendekati ‘mati total’. Ironis sekali, kan?

Altered Carbon menawarkan gambaran yang unik tentang masa depan di mana orang bisa hidup hingga ratusan tahun. Apa dampaknya bagi ‘jiwa’ manusia. Dan teknologi alien seperti apa yang bisa membuat kehidupan manusia menjadi abadi.

Sedikit catatan. Serial ini masuk kategori sci-fi. Namun hanya pas sebagai tontonan orang dewasa yang berpikiran dewasa. Plotnya bagus. Adegan aksi dan latar-belakangnya seru. Namun di sana-sini ada adegan yang vulgar dan kekerasan; tak cocok untuk ditonton anak-anak.

Trailer Film Burnt

Film dengan tema masak-masakan memang cukup mengemuka akhir-akhir ini. Seiring dengan banyaknya acara masak-memasak di televisi, ketertarikan banyak orang tentang profesi koki menjadi meningkat.

Film berjudul Burnt, yang artinya terbakar, berusaha menampilkan perjalanan seorang koki kawakan yang yang mengalami pasang surut kehidupan. Karirnya yang gemilang hancur karena penggunaan obat-obatan terlarang dan perilaku yang arogan.

Setelah mengatasi ketergantungan akan narkoba, koki kawakan ini kembali ke London untuk kembali berkarya di restoran.

Bagaimana kisahnya bisa ditonton saat film ini sudah rilis di bioskop. Film ini menawarkan dua bintang film yang apik yaitu Bradley Cooper dan Sienna Miller.

Selain itu ada harapan kisah ini akan disampaikan dalam bahasa visual yang menarik dengan proses memasak, sajian-sajian yang mengundang selera, dan deretan menu makanan yang menimbulkan foodorgasm.

Kita lihat saja apakah penonton akan ‘terbakar’ ketika menikmati kisah koki kawakan ini.