Lisbon

Tahu di mana Lisbon? Bila tak tahu coba buka peta dunia.

Ada rasa kagum saat melihat video tentang Lisbon. Arsitektur bangunan-bangunan tua yang begitu indah berada di kota yang tertata rapi. Itu semua ada karena warisan dari masa jaya di masa lalu saat Portugal menjadi salah satu negara yang berhasil mengkoloni berbagai wilayah di dunia. Termasuk daerah Macau dan Timor Leste di masa sekarang. Armada kapalnya bisa jauh menjangkau berbagai lautan dan samudera. Menjelajahi, berdagang, merampas dan juga membawa kembali hasil bumi dan emas. Menjualnya kembali ke negara-negara di Dataran Biru Eropa. Kaya raya sehingga mampu membangun pusat kebudayaan yang indah dengan skala yang besar pada jamannya.

Menonton videonya jadi makin jatuh cinta pada Lisbon. Semoga one day bisa mengalami sendiri jalan-jalan dan menikmati kota pelabuhan itu.

Salah satu yang bikin saya tertarik adalah Trem Lisbon. Alat transportasi yang mumpuni di masa lalu namun kini lebih berfungsi sebagai wahana berkeliling kota untuk para turis yang datang ke sana. Salah satu jalur yang populer adalah Lisbon Tram 28. Rutenya meliuk-liuk, melewati jalan sempit dengan bangunan di kanan kiri dan ada jalur menanjak-menurun. Pasti asyik. Trem seperti itu mengingatkan saya pada cable car alias trem yang ada di San Francisco.

Untuk saat ini sudah cukup puas menonton videonya. Saya anggap ini sebagai dreaming session yang berfungsi sebagai cara visualisasi impian. Semoga tercapai. Pasti asyik bisa menjelajahi kota itu dengan trem dan menikmati suasananya yang hidup dan penuh keramahan.

Inspirasi Perjalanan

Saya suka dengan informasi tentang perjalanan. Menginspirasi. Bahkan meski saya tak sampai ke tempat wisata tersebut, paling tidak imajinasi saya sudah cukup terpuaskan. Merasa senang karena bisa membayangkan tempat-tempat yang membangkitkan minat berpetualang.

Saat ini sudah ada Instagram yang menyajikan ragam destinasi wisata melalui foto-foto yang Instagramable, yang indah dan yang menarik. Pun ada YouTube yang membuat penontonnya bisa melihat langsung aktivitas di tempat wisata yang sedang diputar. Tentu ada pula beragam situs informasi wisata di dunia maya.

Dengan foto, video dan kisah perjalanan jadi bisa membayangkan seperti apa kalau jalan-jalan di suatu tempat.

Tersebutlah seorang pengarang sekaligus kartunis Herge – yang bernama asli Georges Remi – yang menciptakan serial kartun Petualangan Tintin. Tak tanggung-tanggung, Tintin pergi ke banyak belahan dunia. Uniknya Herge menggunakan riset serius berbasis referensi buku-buku untuk mendukung latar-belakang beragam tempat yang dikunjungi Tintin; alih-alih pernah secara fisik mengunjungi sendiri tempat-tempat di dunia tersebut. Hebat, kan?

Melihat-lihat berbagai tempat di dunia juga bisa dilakukan dengan melihat peta online. Mudah. Tak lagi harus membolak-balik peta dunia dari cetakan kertas atau memutar bola dunia dari plastik.

Bumi ini tidak begitu besar dibandingkan Planet Jupiter. Namun Bumi ini juga luas. Sepanjang apapun seseorang hidup di dunia, tak akan pernah bisa menjangkau seluruh kota-kota di dunia. Pun dengan pegunungan, samudera dan hutan-hutan.

Namun bagi yang sudah pernah merasakan perjalanan mengunjungi beberapa tempat di dunia ini, bersyukurlah karena menyadari bahwa Bumi ini tempat yang indah untuk menjalani kehidupan ini.

Omong-omong bila ada kesempatan untuk jalan-jalan – tanpa harus melihat tebalnya dompet atau ribetnya perjalanan – Anda mau pergi ke mana?

Bukit Klangon

Suka jalan-jalan ke pegunungan yang sejuk di Jogja? Suka touring naik sepeda motor ke medan yang menantang dan pemandangannya hijau menyejukkan? Mau menjajal menaklukkan tanjakan di Jogja bagian Utara?

Jawabannya ada di Bukit Klangon.

Bukit ini ada di kaki Gunung Merapi. Terletak di Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Terdapat gardu pandang di sini yang terbuat dari kayu. Tingginya 5 meter. Tujuannya adalah memandangi indahnya Gunung Merapi – gunung berapi yang masih aktif statusnya dan terkadang memuntahkan lahar.

Waktu tempuh memakan satu jam dari Tugu Pal Putih – yang sering menjadi patokan arah di kota ini – hingga mencapai Bukit Klangon dengan kendaraan bermotor. Cukup arahkan kendaraan ke arah Utara melewati Jalan Kaliurang.

Biasanya wisawatan akan pergi sepagi mungkin ke arah Bukit Klangon. Kemudian pulangnya akan mampir ke tempat wisata lainnya di sebelah Selatannya. Bila ingin kulineran, cukup mampir di salah satu tempat makan yang banyak didapati di sepanjang Jalan Kaliurang. Sesuai selera masing-masing.

Seperti apa sih asyiknya pemandangan aerial bukit yang menjadi magnet wisata baru Jogja ini?

Dan ini adalah video asyiknya touring menuju bukit di kaki Merapi.

Bagi yang suka gowes, jangan anggap remeh tanjakan ke bukit ini. Menguji fisik.