Keasyikan Instagram

Salah satu alasan mengapa blog Munggur ini lama tak menggunggah postingan baru karena saya keasyikan main Instagram.

Instagram – atau yang disingkat menjadi IG – lebih praktis. Jepret foto. Beri caption. Beres sudah. Tak perlu menulis panjang. Hebatnya lagi IG memang dikondisikan untuk digunakan di ponsel pintar. Dengan begitu, makin banyak orang yang memakai IG karena sangat praktis.

Tentu IG memiliki keterbatasannya sendiri. Menulis kurang leluasa karena hanya berupa teks yang sederhana. Plain text. Hanya saja tertutupi oleh banyaknya jumlah pemakai dan interaksi yang mudah bagi para sesama Instagramernya.

 

Apakah karena unggah postingan di WordPress merepotkan? Tidak juga sih. Saya saja yang suka malas membuka WordPress – baik di ponsel pintar atau pun laptop.

Instagram memang mengubah cara berbagi media. Membuatnya menjadi lebih sederhana dan fokus pada berbagi foto.

Manfaat Menulis Setiap Hari

Hampir semua orang bisa menulis. Uniknya tak semua orang menulis setiap hari. Bahkan banyak orang memiliki asumsi bahwa mereka tak bisa menulis. Padahal menulis — terlepas dari baik atau tidak kualitasnya — memberikan manfaat bagi yang melakukannya.

Salah satu laman blog (dalam Bahasa Inggris) di bawah ini mengupas beberapa keuntungan menulis setiap hari.

http://zenhabits.net/write-daily/

Menulis dari Aplikasi WordPress di iPhone

Tak pernah sekalipun saya membuat postingan langsung dari aplikasi WordPress di iPhone. Alasannya karena layar ponsel yang terbilang kecil. Tak nyaman untuk menuangkan ide menjadi paragraf dalam sebuah postingan.

Jelas mengetik itu lebih nyaman dengan laptop. Adanya papan kunci yang nyata dan bisa disentuh langsung jelas mempercepat proses penulisan.

Namun karena aplikasinya sudah ada di ponsel saya jadi mengapa tak mencobanya untuk blogging.

Alhasil postingan ini saya bikin langsung dari ponsel. Terseok-seok jemari saya mengetik menggunakan papan kunci virtual. Namun sedikit demi sedikit yang awalnya kata menjadi kalimat. Kemudian paragraf. Salah ketik menjadi makin sering jadi harus lebih teliti mengetiknya.

Dan selesai sudah postingan pertama langsung dari ponsel. Blogging tak perlu menunggu membuka laptop. Asalkan ada ide dan kesempatan, tulisan baru bisa diposting. Langsung dari ponsel.

Kerangka Pikiran

Menulis itu membutuhkan kerangka pikiran yang jelas. Bila menulis saja tak jelas berarti cara berpikir tak efisien dan acak-acakan.

Berlatih menulis secara sistematis berarti melatih pikiran berpikir dengan jernih dan jelas. Runtut. Bila pikiran sedang kacau tentu menulis pun bakal tak karuan bentuknya.

Tak mengapa bila tulisan hasilnya seperti kapal pecah. Yang penting tertuang dan bisa disunting dan dipoles kemudian.

Namun bila sudah terbiasa berpikir dengan kerangka pikiran yang jelas. Jelas-jelas ini akan memangkas waktu yang diperlukan untuk menghasilkan suatu karya. Tak perlu banyak habiskan waktu untuk mengedit.

Semangat dan Alat

Pernah ada jaman ketika alat berkarya untuk tuangkan ide susah didapatkan. Namun tetap saja berkarya. Pokoknya maju terus. Yang penting bukan alat produksinya tetapi semangat untuk menghasilkan suatu karya.

Sekarang berjibun alat bantu untuk menulis. Hanya saja semangat memudar. Syahwat menulis juga kendor.

Bukan, bukan alatnya yang penting. Nomor satu adalah semangatnya…

Dashboard Baru WordPress

WordPress pantas diacungi jempol atas usaha mereka mengupgrade Dashboard. User Interface Dashboard yang baru memudahkan blogger untuk menggunakan berbagai fitur, tentu selain blogging seperti biasanya.

Mungkin pengguna akan sedikit canggung menjelajahi Dashboard untuk pertama kalinya. Namun, bila sudah terbiasa, seyogyanya tampilan baru ini memberikan gambaran jelas apa yang akan kita lakukan dengan blog yang dimiliki.

Hanya saja, masih ada sedikit ganjalan. Masih relatif lambat untuk diakses. Ada jeda. Dan pasti akan lebih lambat bila dibuka di tanah air.

Oleh karena itu, Dashboard memang ada baiknya dibuka untuk melakukan pengaturan blog. Sedangkan untuk update blog, lebih bijak menggunakan blog client.

Theme Prologue, WordPress

Tahun baru, theme WordPress baru. Pas, kan? Rupanya, penyedia layanan blog ini menawarkan theme yang diperuntukkan bagi blogger yang suka dengan posting-posting sangat pendek dan intens. Mirip dengan Twitter.

Prologue memiliki tampilan yang sangat ringkas dengan latar belakang berwarna putih terang. Memudahkan para pembaca untuk menikmati artikel sekaligus berkomentar. Theme ini memang memfokuskan interaksi antar penulis blog dan audiensnya.

Tampilannya memang dibuat agar blogger dapat mengetikkan banyak hal secara cepat dan mudah. Cukup dengan login maka di bagian halaman paling atas terdapat kotak besar untuk mengetikkan tulisan. Tanpa harus masuk ke navigasi WordPress, yang biasanya kalau diakses dengan koneksi yang kurang bagus akan terasa cukup lambat.

Tampilan Prologue juga cukup tepat untuk mereka para blogger yang suka memberikan laporan real-time atau pun pandangan mata. Biasanya untuk sesuatu yang memiliki relasi dengan waktu dan kejadian penting. Semisal, gempa bumi atau pun melaporkan suatu jalannya konferensi atau pameran.

Intinya, suatu opini, imajinasi atau pun informasi terbaru bisa langsung menyapa para pembaca dan makin intens mewarnai blogosfer. Silakan coba bila suka dan cocok!