Blog Alid Abdul

Jaman dulu saat blogging masih begitu populer, para blogger suka sekali untuk blogwalking. Mengunjungi blog dari blogger yang lain. Membaca, memberi komentar, dan hingga mempromosikan blog orang lain. Seru. Asyik.

Sudah lama saya tak melakukan hal itu. Lama tidak blogwalking.

Hari ini saat berencana membuat blog baru, saya tak sengaja menemukan sebuah blog yang asyik dan keren. Sebuah travel blog. Sebuah blog tentang perjalanan Alid Abdul. Saya suka dengan slogannya, yang saya tuliskan di bawah ini.

travel till you die!

Blog perjalanan yang dibesut oleh lelaki dari Jombang itu membuat saya segera membayangkan tempat-tempat wisata yang dia kunjungi. Taipei di Taiwan hingga Taal di Filipina. Begitu pula ada tulisan tentang Jogja. Sungguh blognya menarik dan disampaikan dengan bahasa yang ringan sederhana. Foto-fotonya juga bagus.

Dulu sekali saya ingin sekali punya travel blog seperti itu. Tak kesampaian. Mungkin karena saya malas mengelola banyak blog. Pun tak memiliki banyak kesempatan untuk travel. Paling cuma ke tempat yang itu-itu saja.

Namun begitu saya sangat suka membaca dan mengunjungi berbagai blog perjalanan. Imajinasi dan sajian teks beserta foto membuat saya – yang saat ini fakir jalan-jalan – bisa merasakan asyiknya penjelajahan mereka di bumi ini.

Ingin jalan-jalan, silakan mengunjungi blog perjalanan Alid Abdul.

Blogging Lagi

Tadinya saya merasa blogging sudah kuno. Tak relevan. Jadul. Malas menulis. Tak bergairah lagi menuliskan opini dan pikiran saya.

Namun sebuah masa di mana semua orang dihimbau untuk #dirumahsaja membuat saya berpikir apa yang bisa saya lakukan di rumah. Salah satunya adalah blogging.

Kegiatan menuliskan sesuatu dan mengunggahnya di blog Munggur ini membuat saya jadi lebih banyak berpikir. Keinginan saya yang lama terpendam untuk membuat buku menjadi timbul lagi. Menulis bukan hobi. Sudah seharusnya menulis menjadi gaya hidup. Tulisan menjadi kendaraan untuk membagi apa yang ada di pikiran penulisnya. Baik untuk sekedar bertutur, bertukar pikiran atau bahkan menginspirasi orang lain.

Semoga April 2020 ini menjadi awal yang baik bagi saya untuk tetap menulisi blog ini. Menjadi suatu kegiatan berkata-kata yang positif. Saya juga selalu menikmati ketika jemari saya menari di atas papan kunci MacBook Air lawas yang masih terjaga performanya. Kata demi kata membentuk kalimat dan paragraf yang memiliki makna. Bahkan kadang-kadang hanya asal tulis. Sekedar ada karena saya ingin menuliskannya.

Terima kasih untuk WordPress yang selalu setia memberikan alat blog yang stabil dan prima. Blogging jadi lebih asyik. Gratis pula.

Keasyikan Instagram

Salah satu alasan mengapa blog Munggur ini lama tak menggunggah postingan baru karena saya keasyikan main Instagram.

Instagram – atau yang disingkat menjadi IG – lebih praktis. Jepret foto. Beri caption. Beres sudah. Tak perlu menulis panjang. Hebatnya lagi IG memang dikondisikan untuk digunakan di ponsel pintar. Dengan begitu, makin banyak orang yang memakai IG karena sangat praktis.

Tentu IG memiliki keterbatasannya sendiri. Menulis kurang leluasa karena hanya berupa teks yang sederhana. Plain text. Hanya saja tertutupi oleh banyaknya jumlah pemakai dan interaksi yang mudah bagi para sesama Instagramernya.

 

Apakah karena unggah postingan di WordPress merepotkan? Tidak juga sih. Saya saja yang suka malas membuka WordPress – baik di ponsel pintar atau pun laptop.

Instagram memang mengubah cara berbagi media. Membuatnya menjadi lebih sederhana dan fokus pada berbagi foto.