Let It Go

“Let it go” adalah hal yang mudah dikatakan. Lepaskan. Biarkan berlalu. Namun pada kenyataannya tak seperti itu.

Kita hidup dalam kehidupan masa kini yang sibuk. Sibuk dengan pekerjaan yang menuntut untuk diselesaikan. Sibuk dengan urusan kehidupan. Sibuk dengan protokol kesehatan dalam masa pandemi. Sibuk menjadi warna yang menonjol dalam hidup saat ini.

Dalam kesempatan meditasi malam ini pamong – seperti biasanya – menuntun kami supaya memberikan jeda pada diri sendiri dengan rileksasi. Mengistirahatkan diri dari beban pikiran.

Pikiran yang datang dan pergi tak harus diusir saat meditasi. Tak perlu dikekang. Biarkan saja. Hingga akhirnya ketenangan datang saat waktunya tiba.

Saat pikiran dan perasaan terasa tenang. Kita menjadi lebih mudah untuk berpasrah. Surrender. Pada Sang Pencipta.

Dan saat seseorang merasakan titik di mana tak bisa melakukan apa-apa lagi atau memikirkan sesuatu, justru Gift – dari Sang Pencipta – kita terima atau rasakan. Gift itu mungkin bisa berupa jawaban, pemahaman, kurnia. Sesuatu yang mungkin tak langsung kita pahami namun sesuatu yang kita terima sebagai Berkah. Pasrah menjadi jalan untuk menerima Berkah.

Pada saat itulah Let It Go berproses.

let it go

Bukan berarti lalu masalah hilang. Kesulitan hidup mendadak raib. Rasa kecewa atau khawatir tak lagi dirasakan. Bukan. Bukan seperti itu.

Dengan Let It Go, sesuatu yang terasa berat menjadi terasa lain. Menjadi lain karena perspektif yang berbeda. Bisa jadi karena acceptance – penerimaan akan sesuatu. Hidup terasa ringan.

Dan kehidupan tetap sibuk. Namun dijalani dan dialami dengan rasa yang berbeda. Rasa yang terasa nyaman dan ringan.

Saat meditasi selesai, kita kembali ke ritme kehidupan yang sama. Namun dengan kesadaran yang lebih baik. Menjalani kehidupan dengan tuntunan ke arah yang lebih berarti. Meaningful. Tak hanya sibuk berlari dan kelelahan tanpa bisa menikmati kehidupan.

Rahayu, rahayu, rahayu…

Catatan. Meditasi tak perlu dipaksakan. Lakukan bila terasa ingin melakukannya. Bahkan bila merasa ‘gagal’ saat meditasi, entah karena tak bisa ‘masuk’ atau kehilangan konsentrasi, tak perlu merasa tak nyaman atau ilfil. Biarkan saja. Berusaha untuk melepaskannya. Just let it go.