Rokok dan Vape

Merokok berbahaya bagi kesehatan. Merokok dapat menyebabkan kematian.

Begitulah peringatan yang terdapat dalam bungkus rokok. Tak peduli rokok apapun, bunyi peringatannya senada. Rokok berbahaya.

Nyatanya dengan peringatan sejelas itu masih banyak konsumen rokok. Hebat, kan? Padahal harga sebungkus rokok juga tak murah.

Lucunya sekarang banyak penjual vape yang mengiklankan produknya sebagai pengganti dari rokok yang tak berbahaya bagi kesehatan. Benarkah vape tak memberikan efek yang merugikan tubuh pemakainya? Kata siapa? Kata penjual vape?

Seperti laiknya merokok, pemakai vape bisa menghisap vape dan terlihat seaman-akan merokok. Istilahnya vaping. Lalu apakah vaping bisa disebut merokok? Mungkin. Mungkin tidak.

Belum banyak pemakai vape. Tak banyak juga yang meneliti efek dari pemakaian vape. Oleh karena itu belum banyak yang tahu benar apakah memakai vape itu aman atau tidak.

Namun orang yang merokok memang tak mempedulikan kesehatan tubuh. Bila akhirnya mereka menggantikan rokok dengan vape, rasanya tak ada pengaruhnya bagi mereka karena mereka tak keberatan mengkonsumsi sesuatu yang tak berfaedah positif bagi tubuh.

Lalu baiknya bagaimana? Berhenti merokok. Dan tak perlu vaping. Berolahraga. Bila perlu mengganti kegiatan merokok atau vaping dengan yoga dan olah pernafasan. Paru-paru menjadi sehat dan tubuh pun menjadi prima. Sehat kuat.

Iklan

Peringatan: Rokok Membunuhmu

Sudah jelas tertulis dengan gamblang di semua bungkus rokok di tanah air. Anehnya tetap saja banyak yang merokok. Padahal itu barang berbahaya. Tulisannya besar-besar dengan gambar yang menjijikkan. Semua orang menjadi tahu bahwasannya apa yang ada di dalam bungkusan tersebut berbahaya.

Rokok membunuhmu.

Pesan itu tak mungkin disalahartikan. Sengaja dibuat untuk menakuti-nakuti orang agar tak membelinya. Toh, tak juga efektif. Justru banyak yang mentertawakan. Membuatnya sebagai guyonan. Rasanya jumlah pembeli rokok tak berkurang; meski pendapatan makin berkurang gara-gara harga BBM dan makanan naik. Justru membeli rokok menjadi prioritas banyak orang ketimbang ketersediaan sembako dan dapur mengepul.

Sungguh kontradiktif. Peringatan di bungkus rokok diabaikan saja. Memudar dengan cepat seperti asap rokok penuh racun yang merusak tubuh yang baru saja dikeluarkan dari mulut. Hebat, bukan? Mari kita baca sekali lagi peringatan yang tegas tersebut.

Rokok membunuhmu.

Masih mau tetap merokok? Resikonya tanggun sendiri. Merokok itu seperti membunuh diri sendiri. Silakan… Tapi jangan bagi-bagi asap rokoknya. Nikmati sendiri saja.