Sibuk Berpikir dan Meditasi

Photo by Prasanth Inturi on Pexels.com

Saat mengikuti salah satu komunitas meditasi. Saya mendapati bahwa beberapa teman meditasi sering berbagi pengalaman bahwa pikiran mereka sering meloncat-loncat. Terlalu aktif. Banyak pikiran. Menyulitkan untuk masuk dalam keheningan. Saya juga demikian.

Tak bisa dipungkiri kehidupan modern memang kompleks. Ada banyak aspek kehidupan. Belajar. Bekerja. Berkomunitas. Cicilan ini itu. Keinginan yang terlalu banyak. Beragam kewajiban. Pajak. Belum lagi ramenya sosial media. Hiburan bermacam-macam. Hidup ini begitu menjadi terlalu berwarna. Dengan irama tempo tinggi yang seakan tak pernah punya jeda.

Dengan begitu ‘ramenya’ pikiran dari pagi hingga malam, hal ini menjadikan saat teduh dan saat hening menjadi sesuatu yang begitu berharga sekaligus sulit dicapai.

Namun betapa sulitnya mencapai keheningan, meditasi adalah jawaban untuk beristirahat sejenak bagi pikiran. Dengan berlatih mendapatkan ketenangan pikiran, membuat pikiran menjadi seimbang dan sehat.

Bila tak pernah mengistirahatkan pikiran, justru membenani pikiran. Otak menjadi terlalu lelah. Bahkan tak jarang membuat seseorang menjadi gampang patah semangat, tersulut emosinya hingga tak lagi berhasrat untuk hidup.

Berilah waktu untuk berpikir. Berilah waktu untuk berada dalam keheningan. Merasakan diri menyatu dengan alam semesta.

Rahayu, rahayu, rahayu…