Inspirasi Perjalanan

Saya suka dengan informasi tentang perjalanan. Menginspirasi. Bahkan meski saya tak sampai ke tempat wisata tersebut, paling tidak imajinasi saya sudah cukup terpuaskan. Merasa senang karena bisa membayangkan tempat-tempat yang membangkitkan minat berpetualang.

Saat ini sudah ada Instagram yang menyajikan ragam destinasi wisata melalui foto-foto yang Instagramable, yang indah dan yang menarik. Pun ada YouTube yang membuat penontonnya bisa melihat langsung aktivitas di tempat wisata yang sedang diputar. Tentu ada pula beragam situs informasi wisata di dunia maya.

Dengan foto, video dan kisah perjalanan jadi bisa membayangkan seperti apa kalau jalan-jalan di suatu tempat.

Tersebutlah seorang pengarang sekaligus kartunis Herge – yang bernama asli Georges Remi – yang menciptakan serial kartun Petualangan Tintin. Tak tanggung-tanggung, Tintin pergi ke banyak belahan dunia. Uniknya Herge menggunakan riset serius berbasis referensi buku-buku untuk mendukung latar-belakang beragam tempat yang dikunjungi Tintin; alih-alih pernah secara fisik mengunjungi sendiri tempat-tempat di dunia tersebut. Hebat, kan?

Melihat-lihat berbagai tempat di dunia juga bisa dilakukan dengan melihat peta online. Mudah. Tak lagi harus membolak-balik peta dunia dari cetakan kertas atau memutar bola dunia dari plastik.

Bumi ini tidak begitu besar dibandingkan Planet Jupiter. Namun Bumi ini juga luas. Sepanjang apapun seseorang hidup di dunia, tak akan pernah bisa menjangkau seluruh kota-kota di dunia. Pun dengan pegunungan, samudera dan hutan-hutan.

Namun bagi yang sudah pernah merasakan perjalanan mengunjungi beberapa tempat di dunia ini, bersyukurlah karena menyadari bahwa Bumi ini tempat yang indah untuk menjalani kehidupan ini.

Omong-omong bila ada kesempatan untuk jalan-jalan – tanpa harus melihat tebalnya dompet atau ribetnya perjalanan – Anda mau pergi ke mana?

Tiga Kota Favorit Tujuan Destinasi

Saya punya kebiasaan untuk menanyakan pertanyaan di bawah ini kepada orang lain. Mungkin karena saya cukup kepo atau memang penasaran.

“Kalau mau jalan-jalan, mana tiga kota di dunia yang paling ingin kamu kunjungi; tanpa harus memikirkan tentang uang atau waktu?”

Lain orang, jawabannya tentu berbeda-beda. Sesuai dengan aspirasi setiap individu.

Jawaban paling umum adalah kota-kota dunia yang relatif dekat dengan Indonesia. Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok. Bisa dimaklumi karena ketiga kota tersebut sangat terkenal di Indonesia. Tiga kota itu bisa dijangkau dengan pesawat terbang dalam jarak tempuh kurang dari empat jam dari Jakarta. Tiga kota tersebut paling sering dikunjungi oleh pelancong Indonesia, terutama untuk traveler newbie.

Ada juga yang sangat terinspirasi dengan Eropa. Jawabannya biasanya menyebut kota-kota yang eksotis romantis, seperti: Paris, Milan, London. Tentu untuk mereka yang Nasrani cenderung menambahinya dengan Kota Vatikan; sebagai tempat bersejarah dan ziarah. Uniknya jarang ada yang menyebutkan kota-kota di Jerman seperti Berlin atau Frankfurt. Justru lebih populer Amsterdam; kota di Belanda yang cukup dekat dengan Jerman. Beberapa orang menyebut Barcelona.

Sedangkan teman-teman yang memeluk agama Islam berharap benar bahwa dalam kehidupan ini mereka bisa beroleh barokah dan hidayah untuk mengunjungi Mekah. Biasanya Mekah disebutkan sepaket dengan Medinah dan Jeddah. Perjalanan ke tanah suci baik untuk sekedar umroh atau menunaikan ibadah haji. Umumnya mereka ingin bisa pergi bersama seluruh anggota keluarga. Lebih afdol. Bapak, ibu, saudara, saudari, kakek, nenek dan handai taulan.

Beda pula dengan rekan-rekan beragama Buddha. Ada keinginan yang kuat untuk bisa sampai ke Bangkok. Namun bagi yang memiliki impian yang besar, kalau bisa mengunjungi Lhasa di Tibet. Jauh memang. Sayangnya Dalai Lama, yang diakui dunia dan bukannya ‘dalai lama’ pilihan China, justru tinggal di Dharamsala – salah satu kota di India.

Untuk para pecinta keindahan alam, bisa ditebak lokasi mana di dunia ini yang ingin mereka kunjungi. Gunung atau laut. Bukan kota yang ingin dituju tetapi bentangan alam yang ingin ditaklukkan. Jadi bukan kota yang ingin dituju meski untuk ke sana mereka harus melalui suatu kota.

Tak melulu orang-orang menyebutkan kota-kota di luar negeri. Banyak yang ingin mengunjungi Raja Ampat, kota-kota di Bali seperti Denpasar atau Kuta, Yogyakarta, Surabaya, Makasar. Bali itu selalu disebutkan sebagai satu destinasi ketimbang menyebut satu kota secara spesifik di Pulau Dewata tersebut.

Untuk para penyuka kebudayaan Asia Utara pilihannya beragam. Tokyo di Jepang bagi orang-orang yang suka dengan sesuatu yang berbau Jepang. Bagi yang terkena wabah Hallyu pasti menyebut Seoul sebagai destinasi kota terfavorit. Sedangkan mereka yang suka dengan film-film Mandarin umumnya memiliki mimpi untuk berjalan-jalan di Hong Kong atau Taipei. Ada juga yang bercita-cita untuk bisa menjejak Beijing dan Shanghai.

Tak semua orang suka bepergian di kota-kota yang terlalu mainstream. Sejumlah orang suka sesuatu yang jarang dan unik. Pergi ke Moskow di Rusia yang misterius; mungkin karena terkenal dengan mata-matanya. Istanbul di Turki yang menarik karena bisa melintasi dua benua yaitu Asia dan Eropa. Teheran di Iran yang membuat saya terheran-heran saat kota itu disebut. Ada pula yang menyebut Xinjiang dan kota-kota di Mongolia yang bikin saya penasaran.

Untuk saya sendiri, saya ingin sekali untuk pergi ke kota Barcelona di Spanyol, Seoul di Korea Selatan dan Istanbul di Turki. Ketiga kota tersebut selalu menggelitik rasa penasaran saya. Kebetulan ketiga kota tersebut memiliki sejarah yang panjang dan kaya dengan kebudayaan. Barcelona menarik karena kebudayaan Katalan dan pernah menjadi pusat perdagangan di seputaran Laut Mediterania. Seoul sebagai ibukota dari negara yang sering diperebutkan oleh tetangga-tetangganya seperti China, Jepang dan tentunya Korea Utara. Dan Turki karena menjadi kota yang menghubungkan Eropa dengan Asia. Entah kapan bisa punya uang dan waktu untuk pergi ke sana. Namun yang penting tiga kota tersebut berada dalam bucket list saya. Menjadi salah satu impian dalam kehidupan saya.

Setiap orang tentu memiliki alasan untuk melancong ke kota-kota impian mereka. Baik untuk alasan yang masuk akal maupun alasan yang karena feeling dan mood. Ada juga yang bilang “tahunya cuma kota-kota itu, je“.

Dan kali ini saya juga ingin menanyakan hal yang sama kepada Anda; yang sudah sudi mampir atau kebetulan tersesat di postingan ini.

“Kalau mau jalan-jalan, mana tiga kota di dunia yang paling ingin kamu kunjungi; tanpa harus memikirkan tentang uang atau waktu?”

Bila berkenan, silakan menuliskan tiga kota favorit Anda di dunia ini di kolom komentar di bawah postingan ini. Tentu akan lebih memuaskan rasa penasaran saya bila Anda bersedia memberikan alasan-alasan mengapa ingin menjelajahi 3 kota di angan-angan Anda tesebut.

Siapa tahu jawaban-jawaban Anda bisa menginspirasi banyak orang atau paling tidak saya untuk pergi ke kota-kota tersebut.

 

 

 

 

Bijak Memilih Pesawat Dalam Traveling

Mengenaskan. Itu yang terlintas kala mendengar berita penundaan pesawat Lion Air yang baru saja terjadi. Tanpa ada alasan yang jelas beserta konfirmasi dari penyedia layanan udara tersebut, penumpang terlantar, menjadi marah dan berujung aksi anarki.

Yang jelas jadwal perjalanan terganggu. Bisa jadi di antara penumpang tersebut ada yang hendak melancong. Terbayang indahnya tempat tujuan. Lalu tiba-tiba memudar karena waktu perjalanan terdiskon dengan jadwal terbang yang kacau. Terlebih lagi kalau gagal terbang sama sekali.

Penerbangan mewah atau berbiaya murah tak menjamin pesawat terbang tepat sesuai jadwal. Namun kredibilitas maskapi yang menjadi garansi lancarnya penerbangan. Sejauh ini, saya pikir AirAsia, ANA dan SIA mampu terbang tanpa penundaan. Sedangkan Garuda memang tak jauh dari istilah ‘telat’.

Keramahan kru kabin juga membuat perjalanan menjadi nyaman atau sebaliknya seperti di neraka. Untuk urusan pramugari, United Airlines paling tidak ramah dan diskriminatif. Sedangkan ANA paling sopan dan tulus. AirAsia juga termasuk ramah.

Fasilitas pesawat bagi saya tak begitu penting. Antar maskapai kualitasnya tak jauh berbeda. Tentu kita berbicara kelas ekonomi, bukan kelas bisnis yang tak pernah saya rasakan. Kecuali bila Anda menempuh penerbangan long-haul, saya sarankan untuk memilih maskapai dengan pesawat berbadan lebar dan baru. Qatar Airlines merupakan favorit saya untuk saat ini.

Selamat memesan tiket pesawat Anda dengan seksama dan selamat menikmati penerbangan Anda!