Siapa bilang masa muda hanya untuk hura-hura semata. Sebenarnya banyak orang yang sewaktu muda memiliki pengalaman bekerja. Baik untuk sekedar uang saku atau memang benar-benar bertahan hidup. Tidak percaya? Coba tanya teman atau keluarga Anda. Kemungkinan besar mereka pernah mencicip rasanya bekerja sewaktu masih hijau.
Tempo hari saat mengudap makan siang, entah mengapa topik pembicaraan beralih ke topik tersebut. Ternyata ada yang pernah membantu orangtuanya mendistribusikan barang-barang stationery. Berbeda dengan teman yang pernah magang di warung makan waralaba dari Negeri Paman Sam. Yang lainnya malah menjual kue ke sekolah dan teman karena kecintaannya terhadap hobi memasak. Sedangkan saya sendiri pernah membantu orangtua membuka warung kelontong.
Ada suka dan duka. Pengalaman lucu. Tidak jarang juga mendapat cobaan. Dari situlah kami sama-sama merasakan bahwa mencari uang tidak mudah. Dengan begitu, kami lebih menghargai nilai uang, tak hambur-hamburkan dengan sembarang.
Malahan, kami berkhayal setengah bercanda bahwa mungkin suatu hari nanti ada dari kami yang akan membuka restoran karena suka menikmati makanan. Ada juga yang mungkin membuka toko kue. Lucu. Ada kenangan masa lalu sebagai, kurang lebih, ‘child labor‘. Membahagiakan mengingat masa lalu yang berkesan. Ada susah payah yang sedikit banyak membentuk karakter yang lebih kuat sekarang ini.
Jadi bila ada anak muda yang ingin magang atau coba-coba usaha kecil-kecilan, orangtua seyogyanya memperbolehkan, menganjurkan atau bila bisa membimbing mereka. dengan begitu ketika mereka bertumbuh dewasa, siapa tahu, mereka menjadi pribadi yang tahan banting dan sukses.