Tertanggal 13 Mei 2007, blog Munggur mendapat komentar ‘pertamax’ (yang pertama kalinya) dari blog Catatan Harian di Kampus Biru, setelah beberapa bulan menulis blog hingga hit menunjukkan lebih dari 15.000. Dulu, saya selalu heran apa artinya ‘pertamax’. Benar-benar belum mengerti. Dan itu cukup sering kala saya blogwalking (menjelajahi dunia blog dan/atau berkomentar). Aneh, itu pikiran saya.
Alasannya, mengapa tidak memberikan opini, ketidaksetujuan, saran membangun atau minimal tanggapan. Hanya bilang ‘pertamax’. Tidak ada logika di balik satu kata tersebut.
Baru saja beberapa hari yang lalu saya ngeh bahwa arti ‘pertamax’ adalah ’saya orang pertama yang berkomentar di sini’. Itu saya sadari setelah ada komentar berikutnya yang bernada sama, ‘keduax’, ‘ketigax’ dan seterusnya. Biasanya hanya sampai empat saja.
Apakah itu bertanda suatu blog sudah mulai dikenal baik oleh warga dunia blog sehingga beberapa orang merasa perlu memberikan tanda ‘pertamax’. Tentu sebelum kedahuluan orang lain. Ataukah ini hanya perilaku memberikan jejak (semacam tautan balik) dengan begitu blog orang tersebut naik peringkat di hasil pencarian mesin pencari? Bahkan, saya sempat berpikir beberapa orang tidak punya kemampuan berinteraksi yang lebih baik.
Bagi saya, tentu ‘pertamax’ atau ‘hi’ tak mengapa. Ini hanyalah salah satu cara berpartisipasi yang kurang intelek. Hanya kurang fungsional, saya rasa…
13 Mei 2007 pada 1:14 PM
Pertamax!!!
13 Mei 2007 pada 1:16 PM
ooooh, jadi gini mas …. kata pertamax itu maksudnya:
1. Kita care ama yang punya blog
2. Kita selalu online (benernya nggak sih, cuman kadang koq pas online, pas ada postingan baru yg blm ada komennya)
3. Kita lagi jam kerja, belum ada waktu khusus baca artikel/postingannya
4. Kita males baca postingannya
5. Kita cuman numpang absen
Keduax!!!
13 Mei 2007 pada 1:17 PM
*hatrick*
COBa baca ini
http://enda.goblogmedia.com/manifesto-blogger-indonesia.html
13 Mei 2007 pada 6:13 PM
@luthfi:
Thanks bung Luthfi atas masukan dan infonya…
13 Juli 2007 pada 1:43 PM
wakakakak pertamax…. sy cuman beberapa kali make.. kalo lagi pengen iseng.. hehehe…
*lah…. luthfi kamu koq di depan kompi terus???*
13 Juli 2007 pada 2:42 PM
PERTAMAX …
13 Juli 2007 pada 3:17 PM
PERTAMAX
13 Juli 2007 pada 5:33 PM
walah saya kira penemu PertamaXX si Luthfie
*kabur*
13 Juli 2007 pada 10:06 PM
kalau bukan yang pertama, tentu bukan ‘pertamax’ lagi… bahasan tentang pertamax sudah lama sekali. beruntung masih ada yang mampir.
makasih untuk semuanya.
13 Juli 2007 pada 11:11 PM
Pembahasannya mungkin sudah lama tapi bagi newblogger.. ini merupakan pelajaran pertama..
met kenal om
*saya blogger baru-baru sekali*
13 Juli 2007 pada 11:20 PM
masih fresh dari oven ya?
kita-kita juga masih belajar, kok.
untuk almascatie, met blogging!
moga suka (hingga kecanduan) ngeblog.
14 Juli 2007 pada 4:48 AM
bukan dari oven, dari tempurung kepala sendiri kok :p
duh jangan sampe deh, tapi kaykna mulai kena gejalanya nih : “lupa tidur”
*apakah betul termasuk gejala awal kecanduan ngeblog kah?*
14 Juli 2007 pada 9:53 AM
bener, kan? jadi lupa tidur. soalnya memang mengasyikkan.
betul. itu simptom pertamanya. menyergap pelan-pelan hingga …
tiada hari tanpa ngeblog. wuih.
dikontrol waktunya.
14 Juli 2007 pada 9:58 AM
@munggur, pertamax ini dibahas lagi gara2 si luthfi masukin link di komentarnya di blogku hehehe.. jadinya pada kesini *narsis mode ON*
14 Juli 2007 pada 10:11 AM
@arul:
ini kali keduax saya terheran-heran dengan fenomena ‘pertamax’ yang ada di kolom komentar.
@luthfi:
makasih link-nya.
20 Juli 2007 pada 9:27 AM
[...] sehingga saya tak bisa mengikutinya dengan ilmu yang saya punya. Demikian Daftar pustaka: 1. Makna pertamax oleh Munggur, komentar oleh Luthfi 2. Manifesto blogger Indonesia oleh Jeng [...]
22 Juli 2007 pada 5:25 PM
enambelasx!
23 Juli 2007 pada 11:46 AM
yang jelas pertamax lebih mahal dari premium
26 Juli 2007 pada 12:47 PM
yg super tt kok gak ada ya
26 Juli 2007 pada 1:35 PM
bukan sejenis bensin biru atau solar yang pasti. apalagi minyak tanah.
28 Juli 2007 pada 3:54 PM
pdahal sbnrnya pertamax tuh saya tau nya dari forum igo loh
hue hue heu
1 Agustus 2007 pada 2:46 PM
[...] lain-lain, blogwalking, gosip upz fakta, menulis postingan, menuliskan komentar, menyebarkan virus pertamax, berconf ria, tertawa lewat emoticon dan [...]
9 Agustus 2007 pada 7:11 AM
[...] Komentar kok Pakai Template Agustus 9th, 2007 Saat blogwalking, terkadang ada rasa gatal untuk menyematkan komentar. Baik itu setuju mengiyakan, memberi argumen tak sependapat, ikut nimbrung atau sekedar ’salam kenal’. Sekali-kali juga mengetikkan ‘Pertamax‘. [...]
16 Januari 2008 pada 2:52 PM
[...] postingan ini menjadi liputan pertamax tentang Macbook Air di ranah blogosfer Indonesia. Masih bisa jadi postingan yang [...]
19 November 2008 pada 5:55 PM
Buanyax….
dah banyak yang koment jadi males ngitung..
19 November 2008 pada 5:58 PM
spamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspamspam
spamspamspam
spamspamspamspamspam
spamspamspamspam
2 Oktober 2009 pada 9:27 PM
TERAKHIRX!!!
duh maksa banget yah
6 Oktober 2009 pada 7:09 PM
@angga: semoga postingan ‘terahirx’ anda betul2 terakhir atau tentu tak bisa lagi menjadi terakhirx.
9 November 2009 pada 9:35 AM
Asterix & Obelix mengucapkan terima kasih atas bla bla bla di atas.
28 Desember 2009 pada 2:46 AM
keberapax?